Honorer K2

K2 Cemburu Pegawai Kesehatan Jadi CPNS

PANDEGLANG, BANPOS – Honorer di Kecamatan Sindangresmi cemburu mendengar pegawai kesehatan akan diangkat menjadi CPNS tahun ini.

Pasalnya, honorer K2 juga sama-sama sudah melakukan pengabdian sejak lama, namun jangankan diangkat CPNS, menjadi pegawai kontrak saja sebagaimana diwacanakan pemerintah pusat tak kunjung ada kejelasan.

“Padahal sama-sama mengabdi lama, ditambah K2 banyak yang mengabdi belasan tahun bahkan puluhan,” kata Adang Syaputra, Honorer K2 di Kecamatan Sindangresmi.

Berbeda dengan nasib honorer K2 yang tak kunjung mendapat kejelasan, pegawai puskesmas di Pandeglang justru akan diangkat menjadi CPNS tahun ini. Pegawai kesehatan tersebut yaitu terdiri dari 219 bidan yang tersebar di puskesmas yang ada di Pandeglang, sedangkan prosesnya melalui tes yang diselenggarakan oleh Kemenkes RI, sayangnya hal itu menuai kecemburuan sosial bagi honorer K2.

Kasubid Perencanaan dan Pengembangan BKD Pandeglang, Furkon mengatakan, tahun ini ratusan pegawai kesehatan yang berpropesi sebagai bidan akan mengikuti tes yang diselenggarakan Kemenkes. Tes tersebut untuk menentukan siapa yang akan menyandang status sebagai CPNS 2016, sedangkan dia katakan, berbeda dengan honorer K2 tak kunjung ada informasi jelas, meskipun pihaknya baru-baru ini sudak malakukan konsultasi kembali ke Kemen PAN.

“Hanya tinggal menunggu jadwal tes saja untuk pegawai tidak tetap yang berpropesi sebagai bidan di Pandeglang. Prosesnya nanti, kemenkes akan memanggil orang bersangkutan,” kata Firkon.

Ia mengakui, peluang yang ada hanya pada jalur kesehatan, dalam hal ini Kemenkes RI, sehingga tidak semua Pegawai Tidak Tetap (PTT) akan diangkat menjadi CPNS. Tapi hanya bidan yang memenuhi syarat dan berkedudukan sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas.

Sedangkan K2 yang ada di daerah, Furkon mengaku baru-baru ini mendatangi kembali Kemen PAN untuk mempertanyakan kejelasan dan regulasi bagi honorer K2. Menurutnya, kasihan dengan nasib honorer K2 yang perlu diperjuangkan.

“Baru kemarin kami datang lagi ke Kemen PAN, tapi jawabannya belum ada kepastian. Pihak kemen PAN meminta kami agar menunggu. Yang jelas upaya pemerintah sudah cukup kerja keras, selain konsultasi kami juga sempat membawa sejumlah K2 ke Kemen PAN supaya mereka tahu kejelasannya,” katanya.

Jika wacana P3K benar akan dijadikan solusi oleh pemerintah pusat. Nanti, kata Furkon, pegawai yang menjadi P3K akan mendapatkan gaji setara dengan PNS, namun hak pensiun dan tunjangan lainnya tidak didapatkan.

Diketahui, jumlah K2 di Pandeglang sebanyak 2.752. Menurut informasi dari Furkon, jumlah tersebut lebih banyak dari jumlah K2 di kabupaten dan kota lainnya yang ada di Banten.(CR-1/RUL)

Share With:
Tags
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment