Ilustrasi

Kades dan Kaur Desa Mengeluh, 4 Bulan Belum Terima Honor

RANGKASBITUNG, BANPOS – Sejumlah Kepala Desa (Kades) dan kaur desa mengaku hingga empat bulan ini mereka belum menerima honor atau gaji.

Akibatnya, untuk menutupi kebutuhan keluarga sehari-hari, terpaksa harus meminjam bahkan menjual sejumlah barang-barang dirumahnya.

Menurut Cakra Kades Malangsari, Kecamatan Cipanas mengatakan, pihaknya menyayangkan keterlambatan pembayaran honor bagi Kades dan para kaur desa. Sebab, kata Cakra dengan keterlambatan tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu kinerja selruhuh aparatur desa.

“Ya, gara-gara keterlambatan honor ini bisa menurunkan etos kerja para aparatur desa. Karena, untuk menutupi kebutuhan, kita serta para staf desa terpaksa banyak meninggalkan pekerjaannya atau sampingan,” Ujar Cakra, Selasa (26/4).

Kata Cakra, pihaknya sudah berusaha menanyakan terkait keterlambatan honor ini, baik kepada pihak kecamatan atau kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Lebak.

Dan ketermbatan pemberoian honor oleh pemerintah ini, terjadi kepada seluruh desa yang ada di Lebak.

“Namun jawaban yang kami terima tidak ada yang pasti, mereka hanya mengatakan mudah-mudahan bulan depan bisa direalisasikan. Tapi pada kenyataannya hingga kini kami belum menerima,” ujarnya.

Madsa’i, kaur desa Malangsari menambahkan, pihaknya terpaksa banyak keluar kantor untuk mencari tambahan penghasilan guan menutupi kebutuhan sehari-hari. Karena, jika hanya mengandalkan honor yang tak kunjung ada, anak dan istrinya akan terlantar.

“Bahkan untuk kebutuhan peralatan kantor di desa seperti alat tulis, buku, kertas HPS bahkan sampai pembayaran listrik, harus kesana kemari mencari pinjaman uang,” imbuhnya.

Menangapi hal tersebut, Kabid Pemerintahan dan Desa (Pemdes) pada BPMPD Lebak, Lingga Sagara membenarkan bahwa, honor untuk Kades dan Kaur desa sampai saat ini belum bisa dicairkan. Lantaran, honor tersebut anggaranya berada pada Anggaran Dana Desa (ADD). Sedangkan pengajuan berkas dari desa terlambat dan banyak kesalahan yang meski diveripikasi ulang, namun berkas semua desa sudah selesai dan tinggal nunggu pencairannya saja.

“Mungkin tidak akan lama lagi, kami tidak tahu persis karena hanya menerima berkas saja, dan selanjutnya berkas yang diterima kita ajukan kepada BKD,” Katanya. (ADE)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment