a
Widget Image
Ricky Tampinongkol

Kasus Bank Banten, Ricky Tampinongko di Tuntut 3,6 tahun

SERANG, BANPOS – Terdakwa kasus suap Bank Banten, Ricky Tampinongkol dituntut selama tiga tahun enam bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam sidang tindak pidana korupsi (Tipikor) dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Serang. Selasa (12/4/2016).

Dalam persidangan tersebut, jaksa menilai bahwa Mantan Direktur Utama PT Banten Global Development (BGD) tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah karena telah melakukan tindak pidana korupsi secara berturut-turut untuk memuluskan pendirian Bank Banten.

“Kepada hakim yang terhormat, agar menjatuhkan hukuman pidana 3 tahun 6 bulan dan denda Rp150 juta subsider lima bulan penjara kepada terdakwa (Ricky Tampinongkol-red),” ujar Jaksa KPK, Haerudin dalam persidangan Tipikor di Pengadilan Negeri Serang, Selasa (12/4/2016).

Ricky Tampinongkol dikenakan Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan kumulatif pertama.

Sedangkan dakwaan kumulatif kedua menyatakan terdakwa Ricky Tampinongkol dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumya, Haerudin menjelaskan secara detail mengenai posisi Ricky Tampinongkol dalam kasus dugaan suap pembentukan Bank Banten. Jaksa bahkan menyimpulkan bahwa terdakwa Ricky Tampinongkol telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara berturut-turut, dengan memberi suap demi memuluskan persetujuan DPRD Banten terhadap pendirian bank daerah tersebut.

Dalam persidangan kasus suap tersebut, sebelumnya jaksa telah menghadirkan sebanyak 35 saksi, diantaranya merupakan pejabat tinggi di tingkat Pemerintahan Provinsi Banten baik Eksekutif maupaun Legislatif yaitu Gubernur Provinsi Banten, Rano Karno, Sekda Banten Ranta Soeharta, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah, Wakil Ketua DPRD MUKLIHAHA, Ali Zamroni, Ade Rosi Chaerunnisa. (DIK/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment