a
Widget Image
ilustrasi-korupsi-bansos

Kejari Pandeglang Buka Peluang Tahan Tersangka Korupsi Bansos

SERANG, BANPOS – Penanganan kasus dugaan penyimpangan dalam penyaluran dana bantuan sosial (Bansos) Provinsi Banten tahun anggaran (TA) 2010 oleh Kejari Pandeglang terus bergulir. Meski Kasi Pidsus yang menangani kasus itu telah berganti, pejabat Kasi Pidsus baru berkomitmen menuntaskan kasus tersebut.

Kasi Pidsus Kejari Pandeglang, Feza Reza yang menggantikan pejabat sebelumnya, Melli S Ginting, menyatakan terus mempelajari kasus itu. Feza yang baru sebulan menjadi Kasi Pidsus mengaku akan memprioritaskan kasus ini.

“Mudah-mudahan April ini kasus hibah bansos sudah selesai dipelajari. Kami tetap memprioritaskan kasus ini,” kata Feza didampingi jaksa penyidik, Bambang.

Kepada wartawan, Feza juga tak menutup kemungkinan untuk menahan tersangka apabila memang penyidik menilai harus melakukannya. Karena, penahanan tersangka sepenuhnya menjadi hak dan kewenangan penyidik.

Sebelumnya, kasus dugaan penyimpangan dalam penyaluran dana bantuan sosial (Bansos) Provinsi Banten tahun anggaran (TA) 2010 oleh Kejari Pandeglang memang dipertanyakan banyak pihak. Penyebanya, meski telah diselidiki sejak 2014 lalu, hingga kini kasus dengan dua tersangka itu tak kunjung ada perkembangan.

Dalam kasus itu, diduga tersangka HB dan kawan kawan menyelewengkan dana Bansos Provinsi Banten tahun anggaran TA 2010, yang ditujukan kepada organisasi masyarakat (Ormas), pondok pesantren, majelis taklim dan masjid di wilayah Kabupaten Pandeglang. Dalam ekspos yang dilakukan Kejari Pandeglang, November 2015 lalu, disebutkan kasus ini berpotensi menimbukan kerugian negara sekitar Rp 1 miliar. Sedangkan Untuk kasus dugaan korupsi hibah/bansos tahun 2011 dengan kerugian Rp124 juta, Kejari menetapkan satu tersangka berinisial RSM sebagai PNS di Biro Kesra Provinsi Banten.

Aktivis yang juga praktisi hukum asal Serang, Dedi Yulfris menyebutkan, bila melihat awal penetapan tersangka kepada HB cs, perkembangan kasus ini terbilang lamban. Ia khawatir, kondisi itu dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menghilangkan barang bukti maupun mempengaruhi saksi-saksi, baaik yang sudah maupun belum diperiksa.

“Sampai saat ini kan tersangka tak ditahan, padahal penetapan tersangkanya sudah cukup lama. Saya khawatir penanganan kasus ini malah mandeg nantinya,” kata Dedi.

Menurut Dedi, masyarakat berharap banyak pada Kejari Pandeglang untuk segera menuntaskan perkara ini. Karena, pengungkapan kasus ini bisa membuka jalan untuk membongkar mafia bansos di Provinsi Banten. Apalagi, sebelumnya sudah ada beberapa pejabat Pemprov Banten yang menjadi terpidana dalam kasus serupa.

“Kita hanya sekedar mengingatkan, kalau masyarakat terus memantau peerkembangan kasus ini. Tetapi karena tidak ada perkembangan, wajar banyak masyarakat yang mempertanyakannya,” pungkas alumni Untirta itu.(ENK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment