a
Widget Image
kejari rangkasbitung, rsud adjidarmo

Kejari Rangkasbitung Didesak Usut Tuntas Kasus Renovasi RSUD Adjidarmo

RANGKASBITUNG, BANPOS – Sejumlah massa yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Lebak (MPL) menggelar aksi unjuk rasa di Kejari Rangkasbitung, Selasa (5/4/2016). Dalam unjuk rasa yang diwarnai dengan aksi ‘tutup mulut’ ini, mereka mendesak agar Kejari Rangkasbitung mengusut tuntas kasus renovasi RSUD Adjidarmo tahun 2003.

“Aksi ini dilakukan sebagai bentuk tidak percaya kami terhadap penegakan supermasi hukum di Kabupaten Lebak. Pasalnya, ada beberapa kasus yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Rangkasbitung yang sampai saat ini tidak dituntaskan secara maksimal,” kata Korlap MPL Ahmad Afifi, disela-sela aksi.

Menurutnya, kasus renovasi gedung RSUD Adjidarmo tahun 2003 senilai anggaran Rp2,3 miliar sudah sangat lama ditangani Kejari Rangkasbitung. Namun, hingga saat ini tidak ada kejelasan penyelesaiannya. Ironisnya, para tersangka kasus tersebut masih bebas berkeliaran.

“Bahkan diantara penikmat dana dari anggaran renovasi tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun masih saja berkeliaran,” katanya.

Baca juga : Soal Proyek Swakelola di DBM Lebak, Kejaksaan Rangkasbitung Didesak Turun Tangan

Ia menilai, penegakan supermasi hukum di Lebak ‘tumpul keatas, tajam ke bawah’. Artinya, penegak hukum hanya berani menindak masyarakt arus bawah, tapi tidak berani menyentuh kalangan atas.

“Usut tuntas kasus tersebut, adili para pelaku penikmat anggaran tersebut terlebih kejari Lebak sudah menetapkan tersangka, jangan tajam kebawah tumpul keatas,” tegasnya.

Sebelumnya, massa dari elemen mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dengan tuntutan yang sama, yakni pengusutan kasus renovasi RSUD Adjidarmo Rangkasbitung. Diduga dalam renovasi tersebut terjadi penyelewengan anggaran yang merugikan negara hingga Rp1,8 miliar. (ADE/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment