a
Widget Image
korban kekerasan oknum olisi

Keluarga Iman laporkan oknum polisi ke bidpropam Polda Banten

SERANG, BANPOS – Keluarga korban meninggal dunia yang diduga akibat kekerasan yang dilakukan anggota Polisi Polres Serang, akan menempuh jalur hukum untuk meminta pertanggungjawaban institusi kepolisian.

Muhammad Iman Tarjuman (49) warga Ranca Sawa, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, meninggal dunia dalam proses penangkapan yang dilakukan anggota kepolisian Polres Serang.

Menanggapi hal tersebut keluarga korban yang juga merupakan Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Aan Asphianto mengaku tidak terima dengan tindakan arogan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap keluarganya tersebut, bahkan dirinya mempertanyakan proses penangkapan yang berakhir dengan meninggalnya Mumammad Iman Tarjuman.

“Kalau memang mau ditahan harusnya ada surat satu dan dua, bukan malah main tangkap, saya mengerti hukum, keluarga tidak terima,” Ujar Aan.

Aan Asphianto yang sempat datang ketika korban di bawa ke Rumah Sakit Drajat Prawiranegara menduga korban sudah meninggal dunia sebelum mendapatkan perawatan medis, dan akhirnya pihak keluarga sepakat untuk melakukan outopsi pada tubuh korban.

untuk menindaklanjuti hal tersebut, Aan mengaku telah melaporkan ke Bidang Propam Polda Banten agar dapat mengusut oknum anggota kepolisian yang melakukan tindakan kekerasan.

“Sudah dilaporkan ke Polda Banten untuk diselidiki lebih dalam,” Pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa Muhammad Iman Tarjuman yang baru diduga melakukan penipuan dan dituduh menggelapkan uang miliki warga lippo karawaci, Kota Tangerang sebesar Rp 160 Juta untuk keperluan penerimaan CPNS.

Namun korban yang juga merupakan saudara dari Dekan Fakultas Hukum Untrta, Aan Asphianto tersebut ditarik paksa dan diduga mendapat tindakan kekerasan aparat kepolisian yang hendak membawanya ke Mapolres Serang. (DIK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment