Deklarasi BEM Serang

KNPI Dukung Pembentukan BEM Serang

SERANG, BANPOS – Kegiatan Deklarasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Serang diisi dengan menggelar diskusi Publik di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Ciracas, Selasa (19/4).

Diskusi Publik yang bertemakan “Peran Strategi BEM Serang dalam konsistensi pengabdian dan pembangunan Serang” mengangkat isu aktual yang terkait dengan kebijakan pemerintah Serang baik di Kabupaten maupun kota. Termasuk perkembangan dinamika politik menjelang PILKADA Banten.

Pada Diskusi Publik kali ini, BEM Serang menghadirkan tiga narasumber dari lembaga yang berbeda-beda. H. Saca Suhendi Albantany Ketua KNPI Jawa Barat, Tubagus Saptani Suria dari Budayawan Banten, Ishak Newton, Sekjen KNPI banten.

Menurut H Saca Suhendi Albantany, mahasiswa sebagai seorang pembelajar dan bagian masyarakat memiliki peran yang kompleks dan menyeluruh. Sehingga mahasiswa dikelompokkan dalam tiga fungsi, yaitu sebagai agent of change, social control and iron stock. Dengan fungsi tersebut, tentu saja tidak dapat dipungkiri bagaimana peran besar yang diemban mahasiswa untuk mewujudkan perubahan bangsa.

“Ide dan pemikiran cerdas seorang mahasiswa mampu merubah paradigma yang berkembang dalam suatu kelompok dan menjadikannya terarah sesuai kepentingan bersama. Sikap kritis mahasiswa sering membuat sebuah perubahan besar dan membuat para pemimpin yang tidak berkompeten menjadi gerah dan cemas. Dan melalui organisasi BEM, mahasiswa memiliki kesempatan serta semangat membara untuk terus melakukan sebuah perubahan,” ujarnya.

Terpisah, Budayawan Banten, Tubagus Saptani Suria, mengatakan, Sebagai agen perubahan, mahasiswa bukan hanya sekedar agen perubahan seperti pahlawan tersebut, mahasiswa sepantasnya menjadi agen pemberdayaan setelah perubahan yang berperan dalam pembangunan fisik dan non fisik sebuah bangsa.

Selain itu melalui BEM mahasiswa juga harus ditunjang dengan fungsi mahasiswa yaitu sebagai social control, kontrol budaya, kontrol masyarakat, dan kontrol individu sehingga menutup celah-celah adanya kezaliman pemerintah terhadap rakyatnya.

“Mahasiswa bukan sebagai pengamat dalam peran ini, namun mahasiswa juga dituntut sebagai pelaku dalam masyarakat, karena tidak bisa dipungkiri bahwa mahasiswa merupakan bagian masyarakat,” katanya.(HAS/RUL)

Share With:
Tags
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment