a
Widget Image
AAEAAQAAAAAAAAVvAAAAJGUyYTk4NTM1LWI0YmEtNGI2OS05NGZlLWJjY2M4ZGY0NDA3Mg

Lelang Proyek Jembatan Kedaung Dituding Sarat Manipulasi

SERANG, BANPOS – Lelang paket pekerjaan pembangunan Jembatan Kedaung Lanjutan, dituding sejumlah pihak sarat manipulasi. Tudingan tersebut diampaikan sejumlah pengusaha yang mengikuti lelang pada paket senilai Rp32.550.000.000 itu.

Seperti dikatakan Iyo, salah seorang pengusaha asal Bogor, yang mengaku bahwa penawaran yang diajukan oleh pihaknya lebih bagus dari perusahaan pemenang paket tersebut, PT Mawatindo Road Construction. Kata dia, perusahaannya melakukan penawaran sekitar 94 persen dari nilai harga perkiraan sendiri (HPS) paket tersebut. “Selain itu kelengkapan administrasi yang kita masukan juga sudah sesuai dengan persyaratan,” ucapnya.

Kata dia, indikasi penggiringan pemenang pada paket tersebut sangat jelas terlihat. Kata dia dia, hal ini tercermin dari banyak perusahaan yang digugurkan hanya karena hal sepele.

“Masa gara-gara tidak mencantumkan pekerjaan yang disubkontrakan, perusahaannya dianggap gugur. Padahal perusahaan tersebut memang memiliki dana yang cukup besar dan mampu mengerjakan langsung tanpa harus sub kontrak. Lain halnya, bila perusahaan tersebut tidak menyertakan bukti dukungan, ini baru fatal. Sub kontrak dengan bukti dukungan jelas berbeda,” ungkapnya.

Yang anehnya lagi, lanjut Iyo, kebanyakan perusahaan dinyatakan gugur hanya karena tidak melampirkan Daftar Riwayat Hidup (DRH). Padahal, kata dia lagi, perusahaan tersebut tidak perlu digugurkan karena hal tersebut.

“Nanti pada saat pembuktian kualifikasi, kalau yang bersangkutan tidak dapat membuktikan kualifikasinya baru nyatakan gugur. Bagaimana mereka (perusahaan) bisa membuktikan kualifikasi, diundang untuk pembuktian pun tidak,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Dede S, pengusaha asal Banten, yang juga ikut lelang paket Jembatan Kedaung tersebut. Kata dia, perusahaanya digugurkan hanya karena tidak menyertakan tenaga ahli komputer dalam pengajuan.

“Saya rasa tidak ada kolerasinya antara tenaga ahli komputer dengan pembangunan jembatan,” ucapnya.

Dia juga menilai bahwa pekerjaan tersebut memang sudah diploting untuk dimenangkan oleh satu kelompok. Sebab, katanya, bila berdasarkan syarat kualifikasi, yang mensyaratkan penyedia jasa memperoleh satu pekerjaan dalam kurun waktu empat tahun terakhir, jelas banyak perusahaan yang lebih bagus dari perusahaan yang memenangkan paket tersebut.

“Kalau memang lelangnya obyektif, banyak perusahaan peserta yang tiap tahunnya mengerjakan paket jembatan. Bahkan ada perusahaan yang jelas-jelas merupakan produsen konstruksi jembatan, seprti Bukaka. Jadi ini jelas ada permainan dalama proses lelangnya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten, Hadi Suryadi, ketika hendak dikonfirmasi perihal tersebut tidak dapat ditemui. Begitupun dengan pesan singkat, yang dikirimkan wartawan ke nomornya, tidak juga dibalas.(ENK)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment