a
Widget Image
pengerukan pasir laut, kapal pengeruk pasir

Membandel, PT Jetstar Masih Keruk Pasir di Pantai Lontar

SERANG, BANPOS – Puluhan masyarakat dan nelayan Lontar, Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang mengadukan masalahnya ke DPRD Banten. Mereka melaporkan, jika PT Jetstar masih menjalankan aktifitas pengerukan pasir laut.

“Sampai sekarang Jetstar masih mengambil pasir laut di Pantai Lontar. Kami tidak bisa melarang karena kami sudah mencoba mencegah, tetapi kami kalah ukuran dengan kapal itu,” kata Sangid, salah eorang nelayan Lontar saat usai audiensi dengan Ketua DPRD Banten, Asep Rahmatullah, Jumat (22/4/2016).

Ia menjelaskan, sebelum kedatangan Komisi IV DPR RI ke Lontar beberapa hari lalu, ada tiga perusahaan penyedot pasir laut yang beroperasi.

“Tadinya ada tiga kapal bolak-balik ngambil pasir laut, tapi sekarang hanya satu yaitu, Jetsar. Dua perusahaan lainnya yakni PT SS dan Tri Buana Pantura tidak kelihatan lagi,” jelasnya.

Pihaknya berharap, kedantangannya ke lembaga wakil rakyat dapat membantu menghentikan seluruh aktifitas penyedotan pasir laut di Pantai Lontar, karena secara ekonomi sangat merugikan masyarakat setempat.

“Kita nelayan sangat dirugikan. Makanya kita datang ke DPRD Banten,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah berjanji akan menindaklanjuti aspirasi para nelayan Lontar. Bahkan, dia telah berkomunikasi dengan Ketua DPRD Kabupaten Serang, Muhsinin agar ada rapat pertemuan membahas pengerukan pasir laut melibatkan semua steakholder.

“Bahkan tadi dihadapan masyarakat Lontar dan rekan-rekan wartawan juga mendengar secara langsung, saya menghubungi Ketua DPRD kabupaten Serang, agar ada agenda rapat dengan seluruh pihak, seperti BLHD Kabupaten Serang, Dinas Perijinan dan Kabupaten Serang, DPRD Banten serta masyarakat agar persoalan ini selesai. Aspirasi ini harus diselesaikan secara tuntas, apalagi ini sudah ada moratorium penyedotan pasir oleh pemerintah, dan ini harus dilaksanakan,” ujarnya. (RUS/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment