gagal panen

Merasa Dibebani Target Panen, Distanak Pandeglang Tanggapi Dingin Persoalan Petani

PANDEGLANG, BANPOS – Distanak Pandeglang terkesan enggan menanggapi segudang permasalahan yang dihadapi para petani, seperti hasil panen yang semakin berkurang, mudahnya harga gabah, serangan hama dan masih banyak lagi persoalan yang dihadapi petani. Padahal, Tupoksi Distanak untuk mencari solusi dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani.

Ironisnya, Distanak Pandeglang malah menyatakan, jika petani jangan kufur nikmat. Artinya, SKPD yang membidangi peternakan dan pertanian ini menilai, jika para petani selalu berteriak jika hasil panennya buruk. Namun sebaliknya, jika hasil panen bagus, para petani diam.

“Harus ada semacam syukur nikmat berupa jakat. Saya tidak melihat adanya kesadaran berbagi kepada sesama, entah ini karena tidak ada anjuran dari pihak yang mengerti agama, atau karena tidak ada kesadaran. Padahal, jika dikaitkan dengan masalah hasil pertanian, pemerintah bahkan akan melakukan ganti rugi jika petani gagal panen, melalui asuransi pertanian. Namun petani cenderung diam jika hasil taninya bagus, tapi kalau hasilnya buruk ngomong kemana-mana,” kata Kabid Sarana dan Prasarana Distanak Pandeglang, Nasir, Senin (11/4/2016).

Nasir mencontohkan, tahun lalu pihaknya mendorong para petani di Kecamatan Munjul dan Angsana untuk memanfaatkan asuransi pertanian. Namun, sambung dia, para petani tidak punya kesadaran akan hal itu.

Baca juga : Aplikasi E-Publik Belum Optimal

“Puso di Munjul dan Angsana telah digaransi melalui asuransi pertanian, sehingga perusahaan asuransi mengganti rugi sebesar Rp 6 juta per hektar. Tapi saya tidak melihat petani yang sadar jika itu teguran. Bahkan membayar premi Rp 36.000 per hektar saja untuk asuransi sulit, tapi ketika gagal panen baru sibuk,” imbuhnya.

Ia mengakui, jika pihaknya sangat dibebani untuk bisa mencapai target satu juta ton gabah oleh Pemprov Banen. Padahal, target yang diberikan Pemporv Banten itu sangat reaistis, mengingat sektor pertanian di Kabupaten Pandeglang masih menjadi lapangan kerja terbesar, sehingga perlu dioptimalkan.

“Upaya pengoptimalan dalam sektor pertanian bukan hanya padi, tapi tahun ini Pemkab akan meningkatkan hasil panen jagung. Kami sudah mengalokasian anggaran untuk menunjang tanaman jagung seluas dua hektar di perhutani. Begitu juga sarananya akan diprioritaskan ketimbang sarana lainnya, jika tahun lalu banyak sarana tani seperti Handtractor, Mesin Perontok Mutiguna (Power Thresser) Padi, Pompa dan lain-lain. Tapi tahun ini lebih banyak sarana multiguna jagung,” tukasnya. (CR-1/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment