a
Widget Image
Kepala dinkopumkm banten, nurhana kadir pabittei

Nurhana Kadir Pabittei, Jadi Kartini Di Perantauan

BANPOS – Mengabdikan diri pada tanah kelahiran, tentu menjadi sesuatu yang membanggakan. Namun, ketika jauh dari tanah kelahiran, menjadi seseorang yang bermanfaat di lingkungan tersebut tentu menjadi hal yang tidak kalah membanggakan.

Bagi Nurhana Pabittei, masalah pengabdian tidak boleh dibatasi tempat maupun waktu. Tidak heran, wanita kelahiran Sulawesi Selatan itu kini menjadi salah satu sosok yang layak dilabeli Kartini masa kini. Selain kiprahnya memajukan perekonomian rakyat di Banten, perannya membina masyarakat rantau asal Sulawesi Selatan yang berada di Banten juga layak mendapat apresiasi.

Kiprah Nurhana mendorong kemajuan ekonomi kerakyatan di Banten tak lepas dari tanggung jawabnya saat ini. Wanita yang suka bicara ceplas-ceplos itu sudah lebih dari lima tahun dipercaya untuk menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan Usaha kecil Menengah (KUKM) Provinsi Banten.

Selain jabatannya di pemerintahan, Alumni IKIP UPI Makassar itu juga kini dikenal luas sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Banten. Nurhana dipilih secara aklamasi untuk memimpin dan melakukan pembinaan terhadap masyarakat asal Sulawesi Selatan yang banyak berdomisili di Banten, terutama di kawasan pesisir.

Menurut Nurhana, sebagai wanita yang dipercaya memegang sebuah jabatan penting di Pemerintahan Provinsi Banten maupun di lingkup komunitas masyarakat rantau, tentu menjadi kebanggaan sekaligus tantangan yang amat berat.
Kebanggaannya adalah karena dirinya bisa membuktikan bahwa wanita pun bisa dipercaya untuk mengemban tugas yang dulu dianggap hanya bisa dikerjakan oleh kaum pria.

“Sedangkan tantangannya adalah kita harus membuktikan juga, bahwa kita sebagai wanita bisa menjadi pemimpin yang amanah dan kredibel. Jadi kita diberi tanggung jawab bukan hanya karena alasan gender, melainkan karena kapabilitas dan loyalitas kita kepada masyarakat,” kata wanita yang lahir 10 Oktober 1964 itu kepada BANPOS.

Menurut Nurhana, segala kepercayaan dan tanggung jawab yang kini diembannya tak lepas dari pandangan hidupnya bahwa setiap manusia, tanpa memandang gender, harus selalu berusaha menjadi manusia yang bermanfaat untuk siapapun, dimanapun dan kapanpun.

Pandangan hidup itu, diakuinya terinspirasi dari perjuangan RA Kartini yang begitu gencar mengkampanyekan kesetaraan gender bagi wanita Indonesia. Menurutnya, tanpa perjuangan wanita Jepara itu, kemungkinan kesetaraan gender yang terjadi di Indonesia tak akan semaju saat ini.

“Sebelum masa RA Kartini, kita tahu wanita hanya sekedar subyek. Tetapi kini kaum hawa juga bisa menjadi obyek karena sekarang wanita bisa lebih berpendidikan dan bebas mengekspresikan pandangan dan aktivitasnya,” kata wanita yang mengaku gemar berolahraga itu.

Meski diakui kini wanita sudah setara dengan pria, Nurhana tetap mengingatkan kaum hawa untuk tidak melupakan kodratnya sebagai wanita. Wanita yang ditakdirkan menjadi istri dari suaminya dan ibu dari anak-anaknya tak boleh melupakan kewajiban pokoknya untuk membangun rumah tangga yang harmonis sekaligus bisa melahirkan manusia yang berakhlak mulia.

Menurut Nurhana, Ibu adalah guru pertama bagi anak-anaknya, sebelum si kecil berguru kepada ratusan profesor sekalipun. Maka kecerdasan, keuletan, dan perangai sang ibu adalah faktor dominan bagi masa depan anak.

“Orang bijak tempo dulu bilang, jika ada lelaki yang menjadi ulama cendikia, tokoh ternama, atau pahlawan ksatria, lihatlah siapa ibu mereka. Karena Ibu memiliki peran besar dalam membentuk watak, karakter, dan pengetahuan seseorang,” cetus Nurhana. (ADV)

Nurhana Kadir Pabittei

Dra. Nurhana Kadir Pabittei, M.Si

Biodata:
Nama / Name : Dra. NURHANA KADIR PABITTEI, M.Si
Tanggal Kelahiran / Date of Birth : Sengkang, 10 Oktober 1964
Agama : Islam
Hobi : Olahraga

Jabatan :
– Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten
– Ketua Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) BPW Provinsi Banten

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment