a
Widget Image
Partai PAN

Paska Deadlock, PAN Pandeglang Dipimpin Hadi Mawardi

PANDEGLANG, BANPOS – Paska deadlock Musda DPD PAN Pandeglang ke-5, akhirnya partai berlambang matahari bersinar itu memilih kembali Hadi Mawardi sebagai ketua. Terpilihnya Hadi tidak berarti mulus, namun menuai pro kontra dari pesaingnya pada saat pemilihan formatur, yang masih menyisakan protes hingga saat ini.

Sebelumnya, Musda DPD PAN Pandeglang yang dilaksanakan 2 April lalu menghasilkan tiga nama formatur. Dari tiga formatur tersebut kekeuh ingin menjadi ketua umum, sehingga Musda tidak dapat dilanjutkan. Karena demikian, sebagaimana aturan yang berlaku di partai ini, menentukan ketua dari formatur terpilih dieksekusi oleh DPW PAN Banten, yang akhirnya menuai Hadi sebagai ketua terpilih periode 2016-2022.

Seorang dari tiga formatur terpilih, Uid Muftiwidya mengatakan, tidak sepakat dengan keputusan DPW yang tidak sesuai dengan mekanisme yang ada. Seharusnya, kata dia, DPW sebelum menentukan ketua DPD yang sengketa, harus meminta pandangan dari Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW), tapi hal itu tidak dilakukan oleh DPW PAN Banten.

“Kami bertiga sudah dipanggil (oleh DPW, red), hasilnya DPW memutuskan bahwa saudara Hadi sebagai ketua terpilih representasi DPW PAN Banten. Ini (Keputusan DPW, red) tidak menjadi persoalan jika dilaksanakan sesuai dengan mekanisme. Namun saya melihat ada semacam rekayasa dalam memilih saudara Hadi. Maka kami akan membentuk gerakan mosi tidak percaya,” kata Uid.

Menurut Uid, ada sejumlah keputusan yang tidak sesuai dengan mekanisme diantaranya, formatur harus memiliki kontribusi kepada partai dibuktikan dengan surat keterangan dari ketua dan sekretaris, tapi tidak ditempuh oleh Hadi.

“Saya bukan membicarakan person-nya. Kita (kader PAN, red) ingin aturan yang berlaku dilaksanakan sebagai mestinya. PAN punya AD/ART sebagai pedoman yang tidak bisa dilabrak,” katanya.(CR-1)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment