Pengedar Narkoba Antar Pulau Dibekuk di Pelabuhan Merak

PULOMERAK, BANPOS – Polair Polda Banten berhasil mengungkap dan menangkap sindikat pengedar narkotika jenis ganja, berinisial DM (30) yang mengedarkan narkotika dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa. Dari tangan sindikat kurir narkoba antar pulau itu, Penyidik berhasil mengamankan barang bukti jenis ganja seberat 9 kilogram atau sama dengan 9,5 batang ganja kering yang siap edar.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun BANPOS, penangkapan DM bermula atas investigasi yang dilakukan penyidik terkait jaringan peredaran narkotika antar pulau. Pelaku tertangkap saat berada di KMP Port Link III saat kapal hendak bersandar di dermaga III Pelabuhan Merak, Selasa (12/4/2016) malam lalu. DM tak berkutik saat petugas langsung menangkapnya di pelabuhan. Dari tangan pelaku, ditemukan sekira 9 kilogram ganja kering yang disimpan didalam koper berwarna coklat.

Direktur Polair Polda Banten, Kombes Pol Imam Thobroni mengungkapan dalam gelar kasus perkara sindikat narkotika ganja yang dilakukan, selain merupakan bentuk dari operasi bersinar, pihaknya memang telah memburu sindikat narkoba antar pulau. Salah satunya DM, ditangkap membawa ganja dari Bandar Lampung dan hendak didistribusikan ke wilayah Banten.

“Tersangka menyimpan ganja kering yang dikemas berbentuk (batu) bata dalam kardus, sebanyak 9,5 batang atau 8,7 kilogram ganja. Oleh tersangka, ganja ini dimasukkan dalam koper. Tersangka ini merupakan warga Lampung, yang akan membawa ganja dari Pelabuhan Bakauheni ke Merak dan akan disebarkan ke wilayah Banten,” ungkap Dirpolair kepada awak media, Kamis (14/4/2016).

Dirpolair mengungkapkan, pihaknya masih memburu jaringan yang masuk dalam peredaran ganja yang dijalankan DM. Diduga kuat DM, kata Dirpolair masuk dalam jaringan ganja asal Banda Aceh.

“Ada indikasi dugaan kami ini dari Aceh, karena dari pengakuan tersangka, dia mendapat dari orang Aceh yang tinggal di Lampung. Ini terus kita kembangkan untuk mencari tersangka lain yang terlibat,” tuturnya.

Dirpolair menyatakan, atas perbuatan yang dilakukan, tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dan pasal 111 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman 20 tahun kurungan penjara atau seumur hidup.

“Kurang lebih kalau dinilai untuk satu batangnya sebesar Rp1 juta,” pungkasnya.(NAL/ZAL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment