a
Widget Image
Bandung Karate Club

Peringatan 50 Tahun BKC Banten, Gelar Latihan Gabungan 1.200 Anggota

SERANG, BANPOS – Bandung Karate Club (BKC) yang berdiri sejak 1966 merayakan ulang tahunnya yang ke-50 tahun. Pengurus Daerah (Pengda) BKC Banten turut merayakannya dengan menggelar latihan gabungan yang diikuti 1.200 anggota di Pendopo Bupati Serang, Minggu (24/4/2016).

Ketua Umum Pengda BKC Banten, Lalu A Rais mengatakan, tantangan di umur ke-50 tahun ini begitu berat. Diluar, BKC sedang menghadapi remaja yang mudah terpengaruh hal negatif. Hal itu perlu diantisipasi, karena dampaknya remaja akan merusak badan dan lingkungannya.

“Remaja sekarang sedang dihadapi realita peredaran narkoba yang mewabah dimana-mana. Persiapannya, sebagai anggota BKC semua anggota harus membekali diri dengan panca darma BKC. Itu harus dihayati dan diamalkan untuk menangkal pengaruh negatif terutama Narkoba,” ujarnya.

Selain itu, sambung dia, pada generasi emas ini, BKC harus semakin eksis. Atlit BKC harus masuk mewakili Banten jelang PON 2016 dan ASEAN Games 2017 mendatang. Harapan ini tidak berlebihan, karena juara dunia dalam cabang olahraga karate juga pernah disabet anggota BKC.

“Nanti kami akan bina lebih intens. Caranya dipertemukan di latihan gabungan, supaya ada keseragaman tata gerak. Pada prinsipnya beladiri yang lain pun sama. Perbedaannya terdapat pada kombinasi gerakan bertahan, menghindar dan menyerang. Bagaimana atlet mengatur ritme pertandingan untuk mendapatkan poin. Nah, untuk dapat seperti itu perlu latihan yang intens,” imbunya.

Lalu menuturkan, bahwa karateka BKC yang berasal dari Untirta termasuk yang akan dipersiapkan mengahadapi seleksi PON dan ASEAN Games. Pihaknya juga sudah melakukan Komunikasi dengan Untirta dan tinggal pelaksanaan latihan saja.

“Tadi Wakil Rektor III Untirta sudah ngobrol dengan saya. Permintaannya akan dipenuhi Pengda BKC Banten supaya yang sudah tergabung dilatih dengan maksimal. Selain itu, karateka juga perlu dimotivasi. Harapan saya, tidak hanya Perti saja tapi ditingkat SD dan SMP juga lebih mencintai olahraga ini. Ketimbang cinta dengan narkoba dan alcohol,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Untirta, Suherna menambahkan, sinergitas antara Untirta dengan BKC Banten sudah lama terjalin. Proses latihan itu sebagai upaya Untirta untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa supaya bisa bersaing dengan Perti lainnya. Diyakini, BKC yang sudah berumur 50 tahun bisa menangani hal tersebut.

“Generasi emas ini harus dipandang oleh karateka sebagai soft skill yang harus digeluti secara serius. Nantinya akan melahirkan generasi yang professional dibidangnya, sehingga menjadi harapan bangsa Indonesia. Karateka juga harus mampu menularkan minat dan bakatnya ke masyarakat luas agar sinergi dengan revolusi mental yang digagas Presiden Jokowi,” ujarnya. (CR-3/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment