ilustrasi pencemaran udara

PT Parako Indah Perkasa Dituding Jadi Penyebab Polusi Udara

RANGKASBITUNG, BANPOS – Pemkab Lebak didesak untuk segera meninjau dan melakukan evaluasi izin operasional dan Amdal PT Parako Indah Perkasa (PIP), yang berada di Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung. Pasalnya, perusahaan yang memproduksi triplek tersebut diduga telah melakukan pencemaran dan polusi udara yang mengganggu masyarakat sekitar. Terlebih, pabrik tersebut berdiri di sebelah SDN 2 dan 3 Mekarsari.

“Kami mendesak Pemkab Lebak untuk segera meninjau ulang perijinan pabrik triplek tersebut. Sebab dengan adanya pabrik triplek itu, masyarakat terkena polusi udara yang ditimbulkan dari pabrik tersebut. Selain itu suara mesin yang bising menyebabkan para siswa dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) merasa tidak nyaman,” ujar Ketua Lembaga Kajian Aktivis Banten (LAKBAN), Aziz Hakim, Selasa (26/4/2016).

Pihaknya menyarankan, supaya Pemkab Lebak lebih selektif dan tidak mudah memberikan izin tanpa melakukan kajian yang matang.

“Ya, akibatnya seperti ini, dampak negatifnya masyarakat terkena polusi dan suara bising , sehingga dapat menggangu kepada kesehatan dan kenyamanan warga yang ada disekitar pabrik triplek itu,” imbuhnya.

Selain itu, sambung dia, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lebak, juga harus bertanggungjawab terkait dengan pencemaran dan polusi udara yang diduga dilakukan oleh PT PIP.

“Karena saat ini dengan keluar ijin kajian lingkungan dari DLH. Sayangnya, dampak negatifnya tetap ada, masyarakat sekitar tetap terkena polusi. Solusinya, apakah pabriknya yang harus ditutup atau memang sekolah yang harus dipindahkan,” pungkasnya. (YAT/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment