Spanduk larangan masuk bagi rentenir maupun bank ilegal yang dipasang warga Cipacung, Pandeglang

Rentenir Dilarang Masuk Cipacung!

MAJASARI, BANPOS – Warga Kampung Cipacung, Kelurahan Cipacung, Kecamatan Majasari, Pandeglang, memasang sepanduk larangan bagi para rentenir maupun bank ilegal masuk wilayahnya.

Penyebabnya unik, yakni dilatar belakangi oleh kisruh dalam rumah tangga, akibat banyak istri pinjam uang ke bank keliling alias Koperasi Simpan Pinjam (Kosipa), tanpa ijin pada suaminya, akhirnya menimbulkan pertengkaran dalam rumah tangga.

Ketua RW 06, Kelurahan Cipacung, Maman membenarkan, jika pemasangan sepanduk tersebut dipicu karena adanya pertengkaran rumah tangga. Gagasan larangan masuk bagi rentenir merupakan usulan para pemuda desa yang menganggap bahwa rentenir dan bank ilegal sebagai biang permasalahan.

“Memang sudah satu minggu ada sepanduk larangan masuk wilayah kami, bagi rentenir. Namun itu bukan suruh saya. Pemuda setempat yang memasangnya. Mungkin niatannya baik, tapi saya juga kurang mengerti bagaimana pertanggungjawabannya,” katanya, Senin (4/4/2016).

Baca juga : Soal Monopoli Proyek, Irna Dimyati Ditantang Buat Pakta Integritas

Ia menilai, apapun yang dilakukan seorang istri merupakan menjadi tanggung jawab suami. Menurutnya, persoalan tersebut tidak seharusnya dibesar-besarkan.

“Masalahnya, warga pinjam uang ke bank keliling. Misal pinjam dua juta, tapi sebelum melunasi hutang ke bank yang satu, warga sudah pinjam lagi ke bank keliling lainnya. Dari situ muncul lah masalah rumah tangga,” urainya.

Sementara itu, Kepala Diskoperindagpas Pandeglang Olis Solihin menjelaskan, bahwa seluruh koperasi yang ada di Pandeglang adalah binaannya. Namun, Kosipa lebih banyak berbadan hukum di daerah lain, sedangkan di Pandeglang hanya mengantongi ijin operasional saja.

“Memang ada payung hukum bagi Kosipa, yaitu Perda Nomor 6 tahun 2003 tentang Pembinaan Koperasi dan UMKM. Di pasal 6 disebutkan boleh Pemda Pandeglang melalui Diskoperindagpas memberikan ijin operasional. Harapan saya juga masyarakat tak usah pinjam di lintah darat, namun karena terbentur ekonomi semua tidak bisa berbuat banyak,” terangnya.

Ia mengaku, sering mendengar masalah rumah tangga yang gaduh karena Kosipa. Karena ibu rumah tangga cenderung menjadi sasaran Kosipa, dan Kosipa tidak hanya meminjamkan uang kepada pelaku usaha, namun termasuk warga yang tidak punya usaha pun dia pinjami.

“Terkadang pinjaman dari Kosipa digunakan untuk beli sepeda anaknya, pas mau bayar bingung. Itu kadang menjadi faktor kisruh rumah tangga karena kelemahan ekonomi,” tukasnya. (CR-1/EKY)

Share With:
Rate This Article
Comments

Leave A Comment