a
Widget Image
audit anggaran

Soal Proyek Swakelola di DBM Lebak, Kejaksaan Rangkasbitung Didesak Turun Tangan

RANGKASBITUNG, BANPOS – Kejari Rangkasbitung didesak segera turun tangan untuk menyelediki dugaan penyelewengan anggaran di Dinas Bina Marga (DBM) Lebak. Pasalnya, sejumlah kegiatan yang nilainya mencapai miliaran dikerjakan secara swakelola. Padahal, hal ini tidak sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) nomor 80 tahun 2003 tentang Pengadaan barang dan Jasa.

“Saya pikir ini sudah tugas dan kewajibannya aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan, apakah kegiatan kegiatan yang di laksanakan DBM Kabupaten Lebak secara swakelola itu telah sesuai aturan atau memang sengaja hanya karena ingin mendapatkan keuntungan semata,” kata Ketua Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempar) Muhamad Arif, Senin (4/4/2016).

Salah satu contohnya, sambung dia, yakni proyek taman kota Rangkasbitung yang berada di Jalan Abdi Negara dan sekitarnya, dimana tahun 2015 lalu, nilai anggarannya sekitar Rp2 miliar lebih. Selain itu, kegiatan perbaikan saluran pembuangan air sepanjang Jalan Multatuli juga layak diselidiki Kejari Rangkasbitung.

Menurutnya, jika memperhatikan Keppres nomor 80 tahun 2003 dan Peppres nomor 8 tahun 2006, kegiatan tersebut diduga telah menyimpang dari ketentuan yang berlaku.

Baca juga : Jalan Citorek-Warungbanten Rusak Parah, Pemprov Diminta Segera Perbaiki

“Secepatnya, kami juga akan mengirim surat ke Kejaksaan agar aparat kejaksaan segera melakukan penyelidikan terkait dengan hal tersebut. Surat itu nantinya akan kami tembuskan ke Kejati Banten, agar pihak Kejati bisa mengetahui dan memantau kerja aparat kejaksaan di Lebak, apakah benar-benar melakukan penyelidikan atau tidak. Yang pasti kami tetap akan mengawalnya,” tandasnya. (YAT/EKY)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment