a
Widget Image
Ilustrasi

Sudah Urus NIK, Namun Buruh Tetap Tak Digaji

PANIMBANG, BANPOS – Diberitakan sebelumnya, Maman (27) warga Kampung Ckaduindah, Kecamatan Panimbang tak kunjung digaji karena dianggap identitasnya, tidak sesuai dengan NIK yang terdapat di KTP.

Dia yang bekerja di Jakarta terpaksa pulang ke Pandeglang untuk mengurus kembali KTP-nya, namun tetap saja, perusahaan tidak mau menggaji Maman, karena instansi pemerintah daerah yang bertindak mengurus urusan catatan sipil tidak memperbaharui KTP-nya meskipun sudah datang ke kantor pemerintahan tersebut.

“Saat ini sudah tiga bulan saya belum bisa mendapat gaji. Alasan kantor, gaji diterima dengan cara transfer, sedangkan lima Bank yang saya datangi untuk pembuatan rekening menyatakan NIK yang terdapat pada KTP saya sudah dimiliki,” kata Maman.

Kondisi tersebut, membuat dia datang ke Disdukcapil Pandeglang, namun dia hanya mendapat jawaban, jika KTP miliknya tidak dapat diperbaharui, kerena sudah tercantum dalam KK.

Jawaban lain dari Disdukcapil yaitu, ada kemungkinan NIK milik maman belum diupdate, karena biasanya update NIK secara otomatis dilakukan dua bulan sekali, sementara KTP maman baru dikeluarkan 13 April 2016.

“Saat saya datang ke beberapa Bank, petugas mengatakan identitas saya dinyatakan not found, ada juga yang menyatakan NIK sudah digunakan oleh orang lain,” ujarnya.

Maman saat ini terpaksa terus bekerja sambil menunggu harapan tak pasti, dia berharap apa yang disampaikan petugas pada saat mau memperbaharui KTP benar, yaitu NIK miliknya belum update.

“Mudah-mudahan setelah dua bulan lagi sudah di update dan untuk sementara saya pinjam dulu uang teman buat bisa bertahan hidup di Jakarta,” kata dia.

Ia mengaku sudah memohon berkali-kali agar bisa mengambil gajinya, namun pihak perusahaan menegaskan tidak akan pernah mengeluarkan gaji kecuali melalui transfer, sementara dia bingung, karena instansi yang mengeluarkan KTP tidak bisa memperbaharui, sedangkan keterangan pihak bank tak bisa membuka rekening.

Sebelumnya Kadisdukcapil, Entis Sutisna menyarankan, penduduk yang memiliki masalah serupa hendaknya datang Disdukcapil untuk melakukan perekaman ulang, dia mengatakan petugas akan melakukan pembaharuan jika benar dalam KTP ada kekeliruan.

“Datang saja ke Disdukcapil untuk melakukan perekaman ulang. Masalah seperti itu biasanya karena sistem IT, karena KTP online dilakukan berbasis IT, jadi mungkin saja dari pusat kesalahannya,” katanya.

Namun, Entis tidak mengetahui penyebab pasti dari masalah tersebut, dia hanya mengira teknologi yang tidak bisa dipastikan letak masalahnya. Dikatakan pula olehnya, dia hanya pejabat yang menandatangani KK dan KTP sebagai pengesahan, sedangkan masalah teknologi tidak bisa berbuat banyak.

“Kalau pengesahan saya memiliki kewajiban, namun permasalahan teknologinya bisa saja kesalahan sistem atau kekeliruan dari pusat,” ujarnya.(CR-1/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment