atpol PP Tangerang Selatan akan menyegel toko dan showroom mobil di Bintaro

Tak Mengantongi Izin, Puluhan Showroom Mobil di Tangerang Selatan Disegel

TANGERANG, BANPOS – Sedikitnya 40 toko dan showroom mobil di Bintaro, Tangerang Selatan, tak mengantongi izin. Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang Selatan akan menyegel bangunan toko itu.

Spanduk dan sejumlah banner yang terpasang menerangkan bahwa sentra jual beli mobil dan sparepart yang dikembangkan Jaya Grup itu sedianya resmi dibuka pada Sabtu 2 April esok.

Kepala Satpol PP Kota Tangerang Selatan Azhar Samun mengatakan, pihaknya akan menindak sejumlah toko yang tak mengantongi izin mendirikan bangunan itu. Langkah itu berdasarkan surat dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangerang Selatan.

“Berdasarkan surat perintah penghentian pembangunan yang diberikan BP2T, kami lakukan penyegelan lokasi bisnis Bursa Mobil Bintaro ini karena tidak memiliki IMB,” kata Azhar Samun, di Jalan Boulevard Bintaro, Kota Tengarang Selatan, Banten, Jumat (1/4/2016).

Usaha milik Bursa Mobil Bintaro itu dinilai melanggar Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2013 tentang Izin Mendirikan Bangungan.

Pada Senin 28 Maret, Satpol PP bersama BP2T dan Komisi IV DPRD Tangerang Selatan meminta sejumlah pengusaha di sentra otomotif Bintaro itu untuk mengosongkan lahan tersebut. Namun, hingga saat ini, masih banyak yang nekat membuak kios dan toko yang disewa oleh pengembang Bintaro Jaya itu.

“Sebagai penyewa saya tahu lokasi ini dikembangkan siapa. Saya berpikir semua urusan sudah beres, kalau begini saya rugi dong,” kata penyewa showroom mobil, Apin.

Apin bersama penyewa lain sempat menghubungi pihak Bursa Mobil Bintaro itu beberapa hari lalu. Mereka menanyakan mengenai legalitas usaha di kawasan itu.

“Saya telpon pengembang namanya bu Sri. Kata dia, semua izin lengkap, tenang saja, jalan seperti biasa,” ujar Apin.

Apin menilai rencana penyegelan yang akan dilakukan Pemkot Tangerang Selatanhal itu mengada-ada. Ia menyebut Pemkot sengaja mencari kesalahan.

“Kalau melanggar kenapa enggak dari awal pembangunan disetop. Kawasan segini luas bukan dibangun sehari selesai,” imbuh dia.

Menanggapi hal itu, Azhar Samun mengaku hanya menjalankan amanat sesuai tugas pokok dan fungsi Satpol PP Kota Tangerang Selatan.

“Tugas Kami penindakan, pengawasan, perizinan, dan sebagainya di BP2T. Kalau komplain itu dialamatkan ke kami jelas salah alamat. Tapi faktanya bangunan yang ada di sini belum punya IMB, maka kami lakukan penyegelan dan tidak boleh ada aktivitas di sini, sampai keluar izin resminya,” pungkasnya. (NET/HAN/RUL)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment