sidang korupsi

Tak Nikmati Uang Korupsi, Pejabat Cilegon Divonis 22 Bulan Penjara

SERANG,BANPOS- Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terdakwa korupsi proyek pembangunan pembangunan trestle pada Pelabuhan Kubangsari, Cilegon Tahun 2010 Rp49,1 miliar mantan anak buah Aat Syafaat, Jhony Husban, divonis pidana 1 tahun dan 10 bulan penjara oleh Majelis Hakim pengadilan tipikor PN Serang, Kamis (14/4/2016). Yang menarik, Jhony dinyatakan tak menikmati uang korupsi dari proyek tersebut.

“Menghukum terdakwa Jhony Husban dengan hukuman pidana penjara selama satu tahun dan sepuluh bulan,” kata Majelis Hakim yang diketahui oleh Epiyanto saat membacakan amar Putusan.

Menurut hakim, salah satu hal yang meringankan terdakwa adalah tidak menikmati uang korupsi dari kasus yang sebelumnya juga membuat mantan Walikota Cilegon, Aat Syafaat mendekam dipenjara.

“Terdakwa bersikap sopan sehingga mempermudah proses persidangan, terdakwa mempunyai tanggungan keluarga, terdakwa tidak menikmati uang hasil tindak pidana korupsi, terdakwa menyesali perbuatanya, terdakwa berjanji tidak mengulangi perbuatanya,” ucap hakim.

Meski demikian, majelis hakim tetap menjatuhkan hukuman denda kepada Jhony. Dirinya diharuskan membayar denda Rp50 juta dan subsider 3 bulan kurungan penjara. Dalam amar putusannya terdakwa dinyatakan terbukti melanggar pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Bahwa perbuatan Jhoni Husban dalam pekerjaan pengadaan dermaga trestle yang didanai APBD Cilegon TA 2010 telah menguntungkan Aat Syafaat selaku Wali Kota Cilegon Rp7,5 miliar, menguntungkan Supadi, selaku direktur PT Galih Medan Perkasa Rp700 juta dan Lizma Imam Riyadi (almarhum-red) selaku direktur PT Baka Raya Utama Rp7,7 miliar,” jelas Majelis Hakim.(NED)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment