a
Widget Image
target apbd

Target Realisasi Fisik dan Keuangan Triwulan I Pemprov Banten Tak Tercapai

SERANG, BANPOS – Pemprov Banten tidak mampu mencapai target dalam realisasi pembangunan fisik dan keuangan selama triwulan pertama. Hal ini sebagaimana data yang rilis Sekretariat Daerah (Setda) Banten dari Januari hingga Maret dalam APBD tahun anggaran 2016.

Data Biro Ekbang Banten mencatat, dari pagu belanja daerah sebesar Rp8,811 triliun pada Triwulan I tahun 2016, target fisik 21,93 persen hanya mampu menyerap 17,03 persen atau Rp1,118 triliun dan mengalami deviasi fisik sebesar 4,25 persen.

Dari 42 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), ada 10 SKPD yang capaian fisik dan keuangannya masih jalan ditempat dan rendah. 10 SKPD tersebut anatara lain Dindik, Dinkes, BLHD, Disnakertrans, Biro Perlengkapan dan Aset, Distamben, DSDAP, Distanak, Disbudpar serta Dishutbun.

Sedangkan, SKPD yang capaian kinerjnya baik adalah BPPMD, RSU Malingping, Badiklat, BKD, Biro Hukum, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Inspektorat.

Sekda Banten Ranta Soeharta menjelaskan, capaian kinerja Triwulan I tahun 2016 cukup tinggi jika dibandingkan tahun 2015. Hal ini dapat dilihat dari angka dan laporan perbandingan yang disampaikan oleh Biro Ekbang Banten.

“Triwulan I tahun 2016 dari Januari sampai akhir Maret, dari pagu belanja daerah Rp8,811 triliun target fisiknya 21,93 persen realisasi 17,03 persen, dan pada tahun 2015 pada Triwulan yang sama pargu belaja daerah Rp8,947 triliun target 19,39 persen capaian fisiknya hanya 11,96 persen atau Rp642,708 miliar. Jadi jauh kalau dibandingkan dengan capaian kinerja sebelumnya,” kata beberapa waktu lalu.

Ia memaparkan, tidak tercapainya kinerja Triwulan I tahun 2016 disebabkan banyaknya proyek fisik disejumlah SKPD belum dapat dilaksanakan karena berbagai faktor.

“Kita harapkan di Triwulan II yang sekarang sedang berjalan semua program pembangunan dapat dilaksanakan sehinga capaian kinerja pada Triwulan II akan lebih baik lagi. Minimal target dapat dilaksanakan, syukur-syukur melebihi target,” harapnya.

Ranta Soeharta optimis, jika capaian kinerja di seluruh SKPD di lingkungan Pemprov Bantendapat terwujud, sepanjang seluruh SKPD melakukan programnya sesuai dengan Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang diajukan ke ULP (Unit Layanan Pengadaan).

“SKPD secepatnya menyampaikan RUP jika ada kekurangan maka segera dieprbaiki, dan ULP secepatnya mengumumlan paket-paket yang telah dikaji ulang,” ujarnya.

Disamping itu, SKPD yang mempunyai paket kegiatan tidak mealui ULP seperti paket penunjukan, pengadaan langsung dan swakelola agar sehgera diselesaikan pada Triwulan I dan II.

“Agar tidak terjadi penumpukan penyerapan pada akhir tahu,” pungkasnya. (RUS/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment