a
Widget Image
Ilustrasi

Tarif Angkot di Pandeglang Belum Sesuai Ketentuan

PANDEGLANG, BANPOS – Tarif angkutan di Pandeglang belum sesuai aturan yang tercantum dalam Surat Edaran (SE) Menhub Nomor: SE 15 Tahun 2016 tentang penyesuaian tarif angkutan umum kelas ekonomi. Dalam SE tercantum, mulai tanggal 7 April 2016 berlaku tarif baru angkutan umum kelas ekonomi.

Tapi di Pandeglang belum bisa dilakukan, penyebabnya yaitu bupati masih sibuk dengan kegiatan lain, sehingga perbub sebagai acuan di daerah belum ditandatangani.

Kabid Perhubungan Darat Dishubkominfo Pandeglang, Aan Suhadi menerangkan, Pemda dalam hal ini Dishubkominfo belum bisa melakukan sosialisasi, atau mengumumkan tarif baru tanpa ada landasan. Sedangkan landasan sebagai acuan tarif angkutan yaitu perbub yang belum ditandatangani oleh bupati.

“Mungkin beliau masih sibuk, apalagi sekarang lagi MTQ. Jadi kami tidak bisa turun ke lapangan untuk melaksanakan sosialisasi atau mengumumkan, meski benar tanggal 7 April berlaku tarif baru,” katanya.

Tepatnya, poin “1” bagian “d” dalam SE Menhub tersebut tertulis, sebagai acuan besaran penurunan tarif, Kemenhub mulai tanggal 7 April 2016 memberlakukan penurunan tarif sebesar 3,5 persen untuk tarif angkutan penumpang umum Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) kelas Ekonomi, dan tarif angkutan penyeberangan lintas antar provinsi sebesar 3,3 persen.

“Nanti pasti kami turun ke lapangan untuk sosialisasi jika sudah ada dasar hukumnya. Yang pasti draf sudah kami selesaikan dan sudah pula di serahkan ke bagian hukum Pemkab,” kata Aan.

Sementara di lapangan, Sarmad Madsuri (26) penumpang angkot dari Panimbang ke Citeureup biasa membayar ongkos sebesar Rp7.000 sebagaimana permintaan sopir. Sedangkan dalam Perbub yang masih berlaku, yaitu Perbub Nomor: 8 tahun 2015 tentang tarif angkutan penumpang umum di wilayah Pandeglang, tarif Panimbang-Tanjunglesung sebesar Rp6.100, sedangkan jika peraturan baru sudah berlaku, maka menjadi Rp5.886 karena turun 3,5 persen.

“Gak tahu kalau ada penurunan tarif, saya bayar angkot seperti biasa. Panimbang-Citeureup Rp7.000,” kata Sarmad.

Berita di TV, kata Sarmad, ada daerah yang diberitakan menurunkan tarif angkot. Tapi dia tidak tahu secara pasti berapa rupiah perbedaannya, karena penumpang cenderung mengikuti aturan dari sopir.

“Dengar sih di berita. Tapi mana bisa kita bayar dengan membandingkan atau menyesuaikan tarif dari daerah lain. kalau penumpang kebanyakannya ikut aturan sopir aja, kalau sopir angkot bilang Rp7.000 ya kita bayar aja segitu,” katanya.(CR-1/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment