a
Widget Image
helm pintar

Tiga Siswi SMA di Tangsel Ciptakan Helm Pintar

SERPONG, BANPOS – Sepintas helm ciptaan Nadia Calista, Nirel Al Hamid, dan Anggi Pradipta, sama saja seperti helm full face biasa. Namun, bila dilihat lebih teliti ke bagian dalam helm, terdapat rangkaian kabel mungil lengkap dengan rangkaian wireless dan juga cooling fan.

Ya, itulah helm pintar atau helmpin buatan tiga siswi asal SMA Dharma Karya UT, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel. Helmpin buatan ketiga siswi tersebut turut dipamerkan pada pameran teknologi tepat guna (TTG).

“Jadi, dalam satu helm ini bisa berbagai fungsi. Seperti sensor anti ngantuk, sensor klik, cooling fan, dan juga wireless untuk komunikasi antara si pengemudi motor dengan yang diboncengnya,” tutur Nirel.

Nirel menjelaskan, untuk sensor anti ngantuk sendiri alatnya akan mengidentifikasi bila gerakan dagu sang pengendara turun naik seperti orang mengantuk.

Sehingga dengan begitu, bila gerakan kepala sudah terlalu sering, alarm yang dipasang di dalam helm bagian telinga, akan berbunyi kencang. “Kalau terlalu kencang, volumenya bisa dikecilkan,” jelas Nirel.

Kemudian bicara soal sensor klik, lanjut Nirel, jika pengait pada helm belum berbunyi ‘klik’, lampu yang dipasang tepat di atas mata bagian helm, belum akan akan menyala sampai kaitan benar-benar berbunyi ‘klik’.

Helmpin yang dilengkapi cooling fan itu, akan otomatis mengetahui bila suhu udara di dalam helm full face sudah sangat panas. Kipas mungil yang biasa diaplikasikan untuk pendingin CPU komputer, akan menyala dengan sendirinya.

“Kami juga melengkapi helmpin dengan wireless komunikasi antara pengemudi dan yang dibonceng. Jadi kalau mau ngobrol, enggak usah buka helm, cukup berkomunikasi di dalam helm sudah terdengar,” papar Nirel yang butuh waktu tiga bulan untuk menciptakan helm pintar tersebut.

Bila hujan deras, semua aplikasi canggih di helm ini ternyata dilapisi waterproof atau bahan yang tahan air. Jadi tidak perlu khawatir peralatan di dalam helm akan konslet lantaran terkena air.

Tak hanya Helmpin, ada pula ciptaan siswa lain bernama Inkubator Mobile. Alat itu disebut untuk membantu ibu melahirkan dengan kondisi bayi prematur. Ada lagi CPU mini, topi berkantung plastik, dan sebanyak 50 ciptaan teknologi lainnya.(ODI/BHC/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment