a
Widget Image
Ilustrasi Korupsi

Usut Dugaan Korupsi, Dua Anak Buah Tatu Digarap Polisi

SERANG,BANPOS – Sub Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan mark up atau pemahalan harga dan kekurangan spek pada proyek pembangunan Gedung Kantor Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang.

Hal tersebut dibenarkan Direktur Kriminal Khusus Polda Banten Kombes Pol Nurullah. Pihaknya juga telah memeriksa dua anak buah Ratu Tatu Chasanah untuk mengusut dugaan korupsi tersebut.

Diketahui, pembangunan gedung kantor kecamatan tahun anggaran 2015 dengan Pagu anggaran Rp1.395.255.000 pada Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Serang tersebut diduga bermasalah pada harga dan spek pekerjaan. Poyek tersebut sebelumnya telah dilelang dan diikuti oleh 55 perusahaan.

Pengerjaan dimenangkan oleh CV Selaras and Moura dengan nilai kontrak Rp1.260.542.000. Namun demikian pada rekap Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) sendiri proyek ini tercatat hanya senilai Rp1.015.500.000.

“Betul, masih ada dua saksi kunci yang masih kita dalami lagi,” kata Dir Krimsus Polda Banten Kombes Pol Nurullah kepada wartawan, Selasa (26/4/2016).

Nurullah mengatakan pihaknya akan memeriksa dua saksi kunci tersebut sebelum melimpahkan berkas perkara kepada Kejasaan Tinggi Banten. “Setelah kita minta konfirmsi saksi kunci ini,” imbuhnya.

Saat ini pihaknya mengaku telah memeriksa lebih dari 10 orang saksi. “Kita sudah periksa banyak orang. Tinggal dua saksi kunci ini yng belum. Rencananya dalam waktu dekat akan kita hadirkan.”

Diantara saksi yang sudah diperiksa yakni Heriyadi selaku PPK dan Ade Sopian selaku PPTK pengerjaan proyek tersebut. “Semuanya masih berstatus sebagai saksi. Setelah dua saksi kunci ini kita dapatkan kita akan lakukan pendalaman untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” pungkasnya. (NED)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment