a
Widget Image
reklamasi, mangrove rusak

Waduh! 60% Mangrove di Perairan Banten Rusak

SERANG, BANPOS – Mayoritas hutan Mangrove disepanjang pesisir Banten, saat ini kondisinya kurang baik dan banyak yang rusak. Apabila hal ini terus dibiarkan, maka akan mengancam abrasi yang lebih luas.

Kepala BLHD Banten, Husni Hasan menjelaskan, dari panjang 570 KM pantai diwilayah provinsi, hanya sedikit terdapat hutan Mangrove.

“Dari panjang Pantai Banten 570 KM, hanya 270 hektar yang tertanam mangrove dan sebanyak 60 persen atau 162 hektar pohonnya dalam kondisi kurang baik,” kata Husni Hasan yang ditemui usai acara penanam bibit pohon Mangrove dalam rangka memperingati Hari Bumi Internasional di perairan Teluk Banten Desa Pancer, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Kamis (21/4/2016).

Ia mengatakan, saat ini Pemprov Banten bersama dengan Kabupaten/Kota menggandeng pihak swasta dan perusahaan untuk bersama-sama melakukan penanaman pohon Mangrove.

“Pemerintah bersama dengan PT Chandra Asri, LSM Rekonvasi Bhumi dan forum komunikasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidanau melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dalam pembayaran jasa lingkungan. Kerja sama ini sebagai bantuan dalam arangka menjaga kelestarian DAS Cilegon sebagai hilirnya untuk jangka waktu lima tahun kedepan,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Banten Rano Karno mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan.

“Mari kita jaga bumi dan lestarikan lingkungan kita sebagai wujud syukur kita kepada sang maha pencipta. Berikanlah hak-hak anak cucu kita berupa alam yang lestari untuk kelangsungan hidup segenap komponen alam ini,” tukasnya. (RUS/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment