a
Widget Image
Nur Sajidah saat menunggu bus setelah pulang dari tempat wisata di Pandeglang.

Waduh, Wisatawan Keluhkan Ongkos Transportasi di Pandeglang

PANDEGLANG, BANPOS – Wisatawan yang berkunjung ke Pandeglang mengeluhkan akses transportasi, terutama ongkos yang dirasa mahal. Hal itu dikatakan Nur Sajidah, gadis asal Kabupaten Tangerang yang berkunjung ke Pantai Carita menggunakan bus umum.

Menurut dia, transportasi adalah salah satu pelayanan masyarakat yang bisa menjadi salah satu daya tarik, bagi orang yang berkunjung ke suatu tempat. Sedangkan wisatawan, menurut dia bisa kapok karena niat untuk berwisata, sementara tidak menemukan kenyamanan, justru membandingkan datang ke tempat yang lebih representatif.

“Ongkos bus ke tempat wisata di Pandeglang mahal. Padahal tempat wisatanya bagus-bagus, pantainya panjang. Pemandangannya juga bagus, dikelilingi gunung sepanjang jalan,” kata Sajidah.

Ongkos ke Pandeglang, kata dia, lebih mahal dari ongkos ke Cianjur. Sementara menurut dia, tempat dia tinggal sama-sama masih di daerah Banten, yaitu antara Kabupaten Tangerang dengan Pandeglang.

“Kalau menurut saya ditambah akses transportasinya, misalkan ada stasiun kereta api menuju Pandeglang, atau memperbanyak bus langsung menuju lokasi-lokasi wisata di Pandeglang. Soalnya dari rumah saya menuju Carita, Pandeglang naik Bus Murni. Selain ongkosnya mahal kondsisi bus juga tidak bagus, ditambah lagi kebut-kebutan kayak balap,” katanya.

Sajidah membandingkan ongkos angkutan umum ke Pandeglang dengan tempat lain. Dari rumah, kata dia, naik angkot dari Desa Curug, Kecamatan Kelapa dua ke Cikokol Rp5.000, dari Cikokol ke Kampus Raharja, Kota Tangerang Rp5.000. Dari tempat tersebut menunggu bus ke Labuan cukup lama sekitar dua setengah jam. Usai mendapatkan bus, kondektur mematok ongkos sebesar Rp40.000 ke Mengger, Pandeglang.

“Ongkosnya Rp50.000. tidak seperti bus Tangerang-Jakarta Rp7.000 atau Tangerang-Cianjur Rp35.000. Harapan saya setelah BBM turun, tariff angkutan umum bisa turun juga. Awalnya saya bayar bus Rp20.000 dikira bisa segitu,” katanya.(CR-1)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment