a
Widget Image
stress

Waspada!! Stres Bisa Menjadi Penyebab Mati Muda

BANPOS – Penelitian baru menemukan, bahwa cara bereaksi terhadap stres lebih penting untuk kesehatan, daripada seberapa sering mengalami stres.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Psychosomatic Medicine, para peneliti mewawancarai 909 orang selama delapan hari berturut-turut.

Selama sehari check-in, peserta penelitian diminta untuk berbicara tentang pengalaman stres yang mereka alami hari itu, serta tingkat pengalaman stres dan bagaimana perasaan mereka. Ada cukup banyak stres terjadi, sekitar 42 persen dan hasilnya mereka memiliki setidaknya satu pengalaman stres pada saat diwawancara.

Para ilmuwan juga memberi peserta elektrokardiogram untuk memantau variabilitas detak jantung mereka, serta ukuran kemampuan jantung untuk mengatur diri sendiri. Variabilitas detak jantung yang lebih tinggi dianggap baik, karena hal itu menunjukkan bahwa jantung bisa menjawab tantangan. Sementara variabilitas detak jantung yang lebih rendah tidak begitu baik.

Baca juga : Waspada!! Hobi “Selfie” Sebabkan Wajah Cepat Keriput

Orang-orang yang memikirkan pengalaman sehari-hari seperti deadline pekerjaan, kepaatan lalu lintas dan argumen yang cukup menegangkan, memiliki tingkat variabilitas jantung yang lebih rendah, yang menempatkan mereka pada risiko yang lebih besar terkena penyakit jantung.

“Ini benar-benar tentang reaksi Anda terhadap stres,” kata penulis utama studi dan psikolog, Dr. Nancy L. Sin, Ph.D., seperti dilansir laman Glamour, beberapa waktu lalu.

Yang lebih mengejutkan, Nancy menemukan bahwa orang yang bereaksi buruk dalam situasi stres mempunyai kecenderungan lebih besar untuk meninggal muda, serta memiliki risiko lebih tinggi dari penyakit mental dan memiliki kemungkinan lebih besar terkena kondisi kronis.

“Pada dasarnya, panik ketika Anda sedang stres benar-benar buruk bagi kondisi Anda,” katanya. (FNY/CHI/JPNN/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment