kosmetik palsu, obat palsu

Waspada! Tren Obat dan Kosmetik Palsu Terus Meningkat

JAKARTA, BANPOS – Temuan produk farmasi bermasalah dari tahun ke tahun terus mengalami lonjakan tajam. Tren kenaikan ini dimulai sejak tahun 2013.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Roy Sparringa mengatakan, terjadi kenaikan produk obat dan kosmetik ilegal di sisi nilai keekonomian maupun jumlah item.

Tercatat, jumlah produk yang ditemukan tahun 2013 mencapai 71 item dengan nilai hingga Rp5,67 miliar. Angka itu mengalami lonjakan drastis di tahun berikutnya, yaitu 2.656 item produk dan nilai keekonomian sebesar Rp31,66 miliar.

“Memang sempat turun di tahun 2015, dari sisi nilai sekitar Rp 20,80 miliar atau 3.671 item. Tetapi tahun ini naik lagi. Di mana hasil operasi storm meningkat terus,” kata Roy Sparringa, beberapa waktu lalu.

Ia mengaku prihatin, terkait tren peningkatan produk farmasi bermasalah tersebut. Terlebih, operasi sering dilakukan ke industri dan pasar namun hasilnya masih tinggi.

“Tapi Kita harus aktif. Karena ini kejahatan farmasi. Jadi penting sekali ada dukungan dari interpol, Polisi dan lainnya,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, masyarakat lebih waspada dan aktif untuk melakukan pengecekan terhadap obat dan kosmetik yang hendak dibelinya. Hal itu seiring adanya beberapa obat illegal dan palsu diedarkan tanpa izin edar.

“Konsumen harus cerdas dengan lebih dahulu periksa kemasannya. Kalau itu rusak jangan dibeli. Bahkan, cek KIK (kemasan, izin edar dan kedaluwarsa) dengan ponsel Anda nomor registrasi produk. Nanti kalau gak muncul bisa dipastikan itu ilegal atau palsu,” tandasnya. (HYT/JPG/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment