a
Widget Image
Brigjen KH Syam'un

Al-Khairiyah Dorong Nama Brigjen KH Syam’un Menjadi Pahlawan Nasional

CILEGON, BANPOS – Dalam rangka memperingati hari jadinya ke-91, Pondok Pesantren dan Lembaga Pendidikan Al-Khairiyah kota Cilegon berkumpul dan melakukan konsolidasi bersama dengan para alumninya guna sama-sama bersepakat kembali mendorong pemerintah pusat, untuk segera menetapkan pejuang asal Banten yang ikut memberontak melawan penjajah, yaitu Brigjen KH Syam’un, untuk menjadi pahlawan nasional.

Kendati sebelumnya Pemprov Banten telah mengajukan nama Brigjen KH Syam’un namun upaya pemerintah daerah itu masih belum membuahkan hasil.

“Kami terus berupaya mendorong terus ke Kementerian Sosial (Kemensos) agar Brigjen KH. Syam’un mendapatkan gelar pahlawan nasional,” kata Staf Ahli Bidang Hukum Pemerintah Provinsi Banten, Komari, ditempat yang sama, Rabu (18/05/2016).

Sejumlah alumni dan warga Al-khairiyah bersepakat untuk terus mengajukan nama Brigjen KH Syam’un, selain karena jasanya yang tidak diragukan lagi dalam melawan penjajah, juga karena pejuang asal Banten tersebut juga merupakn pendiri lembaga pendidikan Al-Khaeriyah 91 tahun yang lalu.

Ketua Majelis Syuro Pengurus Besar Al-Khairiyah, Chatib Rasyid menjelaskan pada masa penjajahan belanda maupun jepang, Al-Khairiyah ikut serta melakukan pemberontakan melawan penjajah yang pada saat itu sangat tidak pro terhadap masyarakat Banten.

“KH. Syam’un semasa kecil lahir sebagai pemberontak terhadap pemerintah kolonial Belanda. karena KH. Syam’un merupakan seorang tokoh yang lahir dari kalangan ulama yang sangat menentang kolonial Belanda. Dan dari situlah layak mendapatkan gelar sebagai pahlawan nasional,” kata Ketua Majelis Syuro Pengurus Besar Al-Khairiyah, Chatib Rasyid, saat menyampaikan sambutannya dalam acara Hari Lahir (Harlah) ke 91 Al-Khairiyah, di Kota Cilegon, Banten, Rabu (18/05/2016). (DIK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment