a
Widget Image
Ilustrasi

Anak Putus Sekolah Wajib Ikut PPA

PANDEGLANG, BANPOS – Anak putus sekolah diwajibkan mengikuti program Pengurangan Pekerja Anak (PPA), hal itu dimaksudkan agar anak usia sekolah tidak fokus mencari kerja terlebih dahulu, melainkan menyelesaikan sekolah terlebih dahulu. Program motivasi terhadap anak itu, menitik tekankan kepada masyarakat agar mengutamakan pendidikan.

Setidaknya ada 126 anak di Pandeglang yang ikut program tersebut yang digagas oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI melalui Dinsosnakertrans Pandeglang. Berdasarkan informasi yang diperoleh BANPOS, tujuan program itu untuk mengembalikan anak ke dunia sekolah dan saat ini sudah berjalan di enam titik.

Kepala Dinsosnakertrans Pandeglang, Deden Kuswan mengatakan, Dinsosnaker hanya menjalakan program tersebut di daerah, dari 126 anak itu dibagi enam titik atau selter. Dia mengaku senang dan menyambut baik dengan program tersebut karena sangat positif yakni memotivasi pekerja anak agar berkurang dan kembali kesekolah.

“Tapi secara teknis bisa ditanaykan langsung kepada Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan,” ujar Deden, Senin (30/5/2016).

Sementara Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan, Dinsosnakertrans Pandeglang, Muslih menjelaskan, program PPA untuk Pandeglang sudah masuk tahun ketujuh, sasaran dari program ini adalah anak-anak yang putus sekolah dan bekerja, khususnya anak dengan orang tua menerima Program Keluarga Harapan (PKH) atau kartu Indonesia Pintar.

“126 anak tersebut dibagi enam selter yang tersebar di beberapa titik di kecamatan yang ada di Pandeglang, yakni Kecatan Saketi, Karang Tanjung, Mandalawangi, Carita, dan dua titik di Kecamatan Majasari,” kata Muslih.

Ia menjelaskan, peserta program PPA diberi materi motivasi selama 21 hari oleh tutor agar anak yang putus sekolah kembali ke bangku sekolah. Peserta juga di asramakan agar tidak pulang, sehingga menetap di selter tersebut.

“Dalam program ini pemerntah menyediakan uang saaku, makan dan minum. Kemudian akomodasi berupa tempat tidur untuk peserta,” pungkasnya.

Terpisah, Camat Saketi, Agus Rachmat yang diklaim oleh Dinsosnaker bahwa di daerahnya menjadi salah satu titik program tersebut, dia mengatakan belum mengetahui adanya program PPA. Justru dia berharap, jika ada program sosial semacam itu mohon dapat mengakomodir warga Saketi mengikuti program seperti itu.

“Belum ada komunikasi dan koordinasi soal program itu (PPA, red). Kalau seandainya ada kami sangat bertermakasih, namun selama saya menjadi camat belum mendengar. Mungkin progrmnya sudah ada sebelum saya jadi camat. Tapi searang tempatnya tidak tahu,” kata Agus.(YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment