a
Widget Image
saling tembak, tni al vs polisi

Pekerja Pelabuhan KBS Jadi Korban Peluru Nyasar

CILEGON, BANPOS – Seorang pekerja di Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera (KBS), diduga menjadi korban peluru nyasar. Timah panas menyerempet kepala buruh bernama Abdullah (60) itu ketika dirinya sedang bekerja di areal pelabuhan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun BANPOS, peristiwa yang terjadi pada Jumat (13/5/2016) pukul 19.45 WIB. Korban saat itu tengah bekerja untuk mengawasi proses bongkar muat di Dermaga I pintu 4, Pelabuhan KBS. Tiba-tiba korban mendengar suara tembakan sebanyak 9 kali yang diduga berasal dari arah PT Krakatau Posco.

Namun, setelah suara tembakan berakhir, korban langsung merasa kesakitan dan kemudian memegang kepala di bagian belakang yang telah berlumuran darah. Melihat kondisi tersebut, korban langsung meminta pertolongan kepada rekan kerjanya untuk memanggil ambulan yang kemudian membawanya ke Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon.

Mendapati adanya insiden peluru nyasar itu, Polsek KP3 Ciwandan langsung menuju lokasi dan kemudian menuju ke PT Krakatau Posco dimana sumber asal suara tembakan. Dari hasil penelusuran, petugas berhasil mengamankan Anggota Brimob bernama Brada Wahyu yang saat itu tengah berjaga di PT Krakatau Posco.

Direktur Utama PT. Krakatau Bandar Samudra, Tonno Saputro yang dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa peluru nyasar yang terjadi di wilayah Pelabuhan KBS. Tonno menjelaskan, insiden nyasarnya timah panas tersebut diketahui berasal dari salah satu anggota Brimob Polda Banten yang tengah bertugas di PT. Krakatau Posco.

“memang benar ada kejadian itu, waktu itu saya mengetahui kejadian saat saya mau pulang. Dari laporan yang saya terima, (peluru nyasar) dari salah satu anggota Brimob di Posco,” tuturnya, Minggu (15/5/2016).

Tonno mengatakan, dari laporan yang diterima pihaknya, oknum yang menembak peluru nyasar itu belum diketahui sebab musabab atas perihal yang dilakukan. Namun, Kata Tonno, oknum Brimob saat itu tengah mengarahkan senjata dan melepas tembakan kearah air laut kemudian terjadi pantulan kearah besi dekat pelabuhan yang kemudian mengenai kepala korban. Diduga Oknum menggunakan senjata jenis SS 1 berisikan peluru tajam.

“Itu kan rekoset. Dia (oknum) nembak sesuatu ke air dan peluru 23 itu kan tajam. kalau kena air pada derajat tertentu, bisa masuk kedalam air. tetapi kalau tidak, seperti lempar batu di air lah, mental,” ujarnya.

Tonno menjelaskan, atas insiden itu, pihaknya langsung melarikan korban ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan. kasus itu, Kata Tonno, diserahkan sepenuhnya kepada Pihak Brimob Polda Banten.

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment