Ilustrasi

Dindikbud Kabupaten Serang Tertibkan Sekolah Tanpa Sertifikat Lahan

SERANG, BANPOS – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang akan menertibkan status lahan sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang statusnya masih tanah wakaf dan menggunakan Surat Keterangan Tanah (SKT) tanpa sertifikat.

Kepala Dindikbud Kabupaten Serang, Ahmad Saepudin mengatakan pihaknya tengah berupaya menertibkan administrasi sekolah yang tidak memiliki sertifikat lahan, selain itu pihaknya sudah secara bertahap menertibkan status lahan sekolah dengan mengajukan penerbitan sertifikat ke BPN. Saat ini sekitar 500 sekolah sedang dalam proses penerbitan.

“Yang masih dalam proses lebih dari 50 persen, dari jumlah 1.000 sekolah lebih dari SD sampai SMK. Karena SMK dan SMA akan diserahkan ke Provinsi, maka kita akan mendapatkan anggaran yang lebih untuk SD dan SMP. Insya Allah tiga tahun paling lambat selesai,” Ujar Ahmad Saepudin.

Dirinya melanjutkan, bahwa hampir 90 persen lahan sekolah di Kabupaten Serang tidak memiliki sertifikan, angka tersebut cukup tinggi mengingat terdapat 1.000 lebih sekolah yang ada di Kabupaten Serang.

Ahmad menjelaskan, bahwa hal tersebut terjadi lantaran dulu terdapat program wajib sekolah sembilan tahun, sehingga pembangunan sarana dan prasarana di percepat dan menggunakn lahan dengan SKT dan tanah wakaf.

“Dulu kan ada program wajib belajar sembilan tahun jadi banyak sekolah yang didirikan dengan cepat menggunakan SKT dan tanah wakaf,” Pungkasnya. (DIK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment