a
Widget Image
perda, ilustrasi perda

Dinilai Tidak Efektif, Pemkab Lebak Diminta Evaluasi Tiga Perda

RANGKASBITUNG, BANPOS – Pemkab Lebak diminta untuk mengevakuasi tiga Perda yang dinilai tidak efektif. Tiga Perda tersebut antara lain Perda Nomor 12 tahun tahun 2005 tentang Wajib Diniyah, Perda Nomor 4 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pondok Pesantren dan Perda Nomor 2 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

“Senin (2/5/2016) kemarin, kami tiga organisasi kemahasiswaan yakni PMII, GMNI dan Kumala melakukan aksi unjuk rasa menyampaikan aspirasi ke DPRD Lebak terkait dengan ketiga Perda tersebut. Kami minta ketiga Perda itu untuk dievaluasi, karena kami nilai tak efektif,” ujar Ketua PMII Lebak, Naim Al Fauzi, beberapa waktu lalu.

Menyikapi kondisi tersebut, pihaknya mendesak Pemkab Lebak untuk mengevaluasi tiga Perda yang dinilai kurang efektif itu.

“Cabut perda wajib belajar madrasah diniyah, tinjau kembali perda penyelenggaraan pendidikan pondok pesantren, dan dorong pemerintah agar memperhatikan anak berkebutuhan khusus,” imbunya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lebak, Yogi Rahmat menjelaskan, bahwa pada prinsipnya Perda yang sudah jadi tidak bisa cabut. Namun, untuk merespon dan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa, pihaknya berjanji akan segera memanggil SKPD terkait.

“Kita akan segera memanggil Dinas Pendidikan dan sama-sama sama mencari jalan keluar, agar Perda itu nantinya benar – benar efektif dan dilaksanakan dengan baik,” tukasnya. (YAT/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment