a
Widget Image
perlambatan ekonomi

Ekonomi Banten Pada Triwulan I Melambat

SERANG, BANPOS – Perekonomian Banten triwulan I tahun 2016 tumbuh 5,15 persen mengalami perlambatan dibanding triwulan I tahun 2015. Rendahnya pertumbuhan industri pengolahan sebesar 2,8 persen menjadi penyebab perlambatan ekonomi, karena hingga saat ini ekonomi Banten masih ditopang oleh dunia industri.

Kabid Neraca Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, Budi Prawoto mengatakan, perekonomian Banten pada triwulan I 2016 tidak menunjukkan pergeseran yang berarti. Lapangan usaha industri pengolahan, perdagangan besar hingga eceran dan reparasi mobil, sepeda motor dan transportasi, serta pergudangan masih mendominasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten.

“Jika dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Banten triwulan I 2016 secara year on year (yoy), industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,03 persen. Diikuti transportasi dan pergudangan sebesar 0,60 persen, perdagangan besar dan eceran dan reparasi mobil-sepeda motor sebesar 0,51 persen, serta konstruksi 0,49 persen,” ujarnya saat dihubungi BANPOS, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data BPS Banten, pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi dicapai oleh lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi sebesar 14,29 persen. Diikuti penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,63 persen, serta transportasi dan pergudangan sebesar 9,54 persen.

Pertumbuhan ekonomi Banten triwulan I 2016 terhadap triwulan IV 2015 diwarnai oleh faktor musiman pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan, yang tumbuh ekspansif sebesar 13,56 persen. Pertumbuhan juga terjadi pada lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi sebesar 5,8 persen. Pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar 2,57 persen.

“Namun pertumbuhan itu tidak cukup menahan terjadinya kontraksi ekonomi di Banten di triwulan I 2016 sebesar minus 0,30 persen. Hal ini disebabkan oleh beberapa lapangan usaha yang memiliki kontribusi besar, seperti industri pengolahan. Perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor, konstruksi. Pengadaan listrik dan gas yang tumbuh negatif,” urainya.

Sementara itu, kondisi ekonomi konsumen pada triwulan I 2016 semakin meningkat. Budi Prawoto memaparkan, Indeks Tendensi Konsumen (ITK) di Banten pada triwulan ini sebesar 105,25 persen. Kondisi tersebut meningkat dari triwulan sebelumnya. Selain itu, tingkat kepercayaan konsumen juga meningkat dibanding dengan triwulan IV 2015 yakni sebesar 103,29 persen.

“Membaiknya kondisi ekonom konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga, rendahnya pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi dan meningkatnya konsumsi bahan makanan, makanan jadi di restoran atau rumah makan,” tukasnya. (CR-3/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment