pemerkosaan

Eno Diperkosa Hingga Tewas, Polisi Malah Salahkan Korban

JAKARTA, BANPOS – Tragedi yang menimpa korban perkosaan dan pembunuhan di mess pabrik kawasan Jatimulya, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Eno Parinah (18), malah mendapat cibiran dari aparat kepolisian yang menangani kasusnya.

Menurut polisi, selama ini media massa hanya memperlihatkan sisi kekejaman tiga tersangka berinisial RAl (16), RAR (24) dan IH (24).

Seperti deketahuim Eno adalah korban pemerkosaan dan pembunuhan yang kasusnya menghebohkan masyarakat luas. Ia dibunuh secara sadis dengan gagang cangkul menusuk alat kelaminnya.

“Kita harusnya melihat tersangka nekat membunuh dan memerkosa itu karena adanya ucapan korban yang menyakiti hati mereka. Seperti (pelaku) RA ini yang sakit hati dihina jelek sama korban. Itu kan seperti mulutmu harimaumu,” jelas Kasat Binmas Polrestro Jakarta Barat, AKBP Lilik Hariati kepada para awak media, Senin (23/5/2016).

Menurutnya, sikap korban semasa hidup yang kerap menghina para tersangka dinilai tidak beretika. Selain itu, faktor media sosial juga sangat berpengaruh menjadi penyebab peristiwa kejam tersebut. Mengingat, saat ini masyarakat dapat dengan mudah mengakses konten berbau pornografi.

“Untuk pemerkosaan dan pencabulan yang sering terjadi itu kan karena mereka mungkin sering menonton video porno. Berawal dari hal yang dianggap biasa, lalu apapun akan dilakukan untuk menyalurkan hasratnya,” tutur Lilik.

Rencananya, pihak Polres Metro Jakarta Barat akan menggelar diskusi dengan masyarakat sekitar sebagai langkah preventif terjadinya kasus serupa. Dalam diskusi itu, kepolisian akan melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta Unit PPA Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat. (WAH/RMOL/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment