Jembatan di Pandeglang terbelengkalai

Jembatan Provinsi Banten Masih Terbengkalai

PANDEGLANG, BANPOS – Pembangunan jembatan di Jalan Munjul-Angsana masih terbengkalai. Proyek pembangunan kewenangan Provnsi Banten tersebut tidak dapat dimanfaatkan. Padahal, jembatan tersebut sudah jadi dan kokoh, tapi jembatan yang dibangun disamping jembatan lama itu, tidak dilintasi pengguna jalan.

BANPOS menghampiri Ranta (31), warga Kecamatan Munjul yang tengah duduk di Jembatan tersebut. Dia yang tengah menunggu istrinya dari sawah mengatakan, Jembatan tersebut selesai sejak akhir tahun 2015, namun pemanfaatannya tidak dirasakan oleh masyarakat, karena pihak berwenang tidak memfungsikan jembatan tersebut.

“Ya memang tidak difungsikan, jadi masyarakat pelintas jalan nggak lewat sini. Ditambah lagi belum diaspal jalan antara badan jalan raya dengan jembatan baru ini,” kata Ranta kepada BANPOS, Kamis (26/5).

Menurut Ranta, dibuatnya dua jembatan di lokasi tersebut memang dibutuhkan oleh warga, terutama warga Munjul dan Anggsana. Karena pada saat panen tiba, banyak truk pengangkut gabah melalui jalan tersebut, jika jembatan kurang luas pengendara tidak leluasa.

“Mulanya memang sudah ada jembatan itu mah, tapi dibangun lagi jembatan baru supaya leluasa. Jadinya dua jalur,” katanya.

Meski demikian, masyarakat cenderung dingin menyikapi soal jembatan itu. Karena baginya hal itu bukan masalah urgen yang harus segera ditindaklanjuti. Hal itu yang diungkapkan Ranta kepada BANPOS, namun tetap menyayangkan jika bangunan tersebut tidak dimanfaatkan.

Warga lain, Mimip Mulyadi mengatakan, sangat disayangkan jembatan tersebut. Namun baginya, sebagai pengguna jalan yang tidak memiliki kewenangan tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, kordinasi soal jembatan di lokasi tersebut dilakukan oleh pemerintah provinsi.

“Saya pulang kondangan beberapa waktu lalu, tapi jembatan itu masih saja belum digunakan. Mungkin ada sedikit masalah yang sedang dicari solusinya oleh Pemprov Banten. Mudah-mudahan kedepan bisa dimanfaatkan,” kata Mimip yang juga sebagai Camat Angsana.

Jembatan itu, kata Mimip, letaknya di Kecamatan Munjul. Namun kewenangannya di pemerintah Provinsi Banten, sehingga pihak kecamatan baik Munjul maupun Angsana tidak bisa berbuat banyak. Dia mengaku, sering melalui jalan tersebut menuju kantor tempat dia bekerja di Kecamatan Angsana.

“Kadang Bapak (Mimip, red) juga suka jalan sana (Munjul, red). Jadi sejak selesai pembangunan, tahu kalau jembatan tersebut tidak digunakan oleh pelintas jalan,” katanya.

Bisa mempertanyakan, kata Mimip, sebagai camat jika jembatan terletak di jalan poros kabupaten. Sehingga dia mengaku tidak tahu kondisi atau penyebab terbengkalainya jembatan itu sebagai camat.(YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment