a
Widget Image
ilustrasi pungli

Kades dan Sekdes Padamulya Saling Ancam Lapor Polisi

ANGSANA, BANPOS – Kades Padamulya, Karnata Cahyana berencana melaporkan Juman selaku Sekdes Padamulya ke polisi terkait dugaan penyelewengan Program Bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube) tahun 2010. Sebelumnya, Juman yang berstatus PNS ini memberi mandat kepada DPC Aliansi Indonesia (AI) Pandeglang untuk mengungkap sejumlah pungli yang diduga dilakukan oleh Karnata Cahyana.

Karnata Cahyana mengungkapkan, bahwa beberapa waktu lalu, dirinya dilaporkan ke kejaksaan oleh DPC AI Pandeglang. Menurutnya, tindakan itu tidak fair, karena menanggapi sepihak dan dirinya merasa belum pernah diminta penjelasan atas dugaan pungli tersebut.

Perseteruan antara Kades dan Sekdes Padamulya ini bermula ketika muncul surat pernyataan yang ditandatangani oleh Ketua RT 01 Kampung Cilampung, Ketua RT 01 Kampung Bakung, Ketua RW 01 Kampung Beunying tentang adanya perintah dari Kades yang memberlakukan pungli kepada sejumlah penerima program bantuan dari pemerintah.

Program yang diduga dipungli antara lain Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluaraga Harapan (PKH), Jamsosratu, Sertifikat Prona, Listrik Desa (Lisdes) dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sementara, nominal pungli yang tertera dalam surat pernyataan yaitu masing-masing penerima program Jamsosratu sebesar Rp100.000, PKH T.A 2016 sebesar Rp100.000, BLT 2014 sebesar Rp100.000, Prona Sertifikat 2013 sebesar Rp600.000, Lisdes 2014 sebesar Rp300.000 dan RTLH dipungut Rp400.000.

Namun, setelah kabar itu mencuat kepermukaan, Karnata justru mengantongi surat pernyataan tentang pencabutan pernyataan sebelumnya dari ketua RT dan RW yang menyatakan ada pungli. Sehingga, Karnata menilai, jika laporan ke kejaksaan itu merupakan upaya pemaksaan kepada ketua RT dan RW, karena yang bersangkutan sudah mencabut kembali pernyataan sebelumnya.

“Ini masalah pribadi untuk menjatuhkan saya, sudah bukan masalah program atau yang lainnya. Masalah ini dilatarbelakangi oleh kekalahan kepala desa yang tidak terpilih saat pilkades 2012 dulu, sedangkan Sekdes saya saudara Juman tidak mendukung saya,” urainya.

Menyikapi kondisi tersebut, dia mengancam akan melaporkan Juman ke aparat penegak hukum terkait penyelewengan program bantuan Kube tahun 2010.

“Saudara Juman sebagai pendamping, namun Kube 2010 tidak diketahui kemana ngalirnya, sementara dari lima kelompok yang mendapat program masing-masing Rp20.000.000, tidak ada kejelasan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekdes Padamulya, Juman menyikapi dingin pernyataan Karnata Cahyana. Namun, dia membenarkan, ada laporan terkait pungli yang dilakukan Kades kepada kepada penerima sejumlah program bantuan dari pemerintah. Kendati demikian, Juman menyangkal, jika DPC AI Pandeglang melaporkan masalah tersebut atas perintahnya.

“Jika Aliansi Indonesia melaporkan kades, maka itu bukan atas suruhan saya, hal itu atas investigasi teman-teman LSM,” tukasnya. (YOG/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment