Karena Tak Sepaham, Jaman Dipecat dari Golkar

SERANG, BANPOS – Jelang Munas Golkar, Plt Ketua Golkar Kota Serang, Tb Haerul Jaman dikabarkan dipecat oleh Ketua DPD Golkar Banten, Ratu Tatu Chasanah.

Jaman sendiri ketika dikonfirmasi terkait kabar pemecatan dirinya mengaku belum mendapatkan surat pemberitahuan. Namun, Jaman mengaku siap menerima konsekwensi apapun, apalagi secara terang-terangan dia punya pilihan calon ketua umum (Caketum) Golkar yang berbeda dengan Ratu Tatu Chasanah.

Ditemui usai menjenguk Gubernur Banten, Rano Karno di RS Mayapada Lebak Bulus, Jaksel, Senin (9/5/2016), Tb Haerul Jaman yang juga Walikota Serang mengungkapkan bahwa Ratu Tatu Chasanah sudah meminta dirinya untuk memilih salah satu Caketum, akan tetapi permintaan tersebut dia tolak.

“DPD I Golkar Banten sudah meminta agar memilih salah satunya, tapi saya tolak. Pilihan saya berbeda dengan DPD I. Jadi kalau ada pemecatan saya sebagai kader, mungkin karena pilihan saya berbeda,” ujar Jaman.

Alasan dirinya menolak pilihan Tatu karena sosok yang didukung menjadi calon Ketum DPP Golkar tidak membawa dampak terhadap keinginannya untuk maju di Pilgub 2017 mendapingi Rano Karno sebagai Wakil Gubernur Banten.

“Kalau Caketum yang saya pilih 15 Mei nanti tentunya yang membawa keuntungan bagi saya,” jelas Jaman seraya mengatakan Simbiosis Mutualisme.

Sementara sekretaris Golkar Banten, Bahrul Ulum saat dikonfirmasi membenarkan perihal pemecatan Jaman. Dia menegaskan, berdasarkan aturan partai, Plt Ketua DPD II harus berasal dari pengurus DPD I.

Sementara Jaman sendiri saat ini tidak masuk dalam kepengurusan DPD I periode terbaru.

“Plt di DPD II itu harus pengurus DPD I, di periode sekarang Pak Jaman tidak masuk pengurus DPD I sehingga harus diganti,” ungkapnya. (RUS/DWA/RUL)

Share With:
Rate This Article
Comments
  • Dalam retorika sejarah yang selama ini berkutat di lingkungan keluarga Tb. Chasan Sohib tidak boleh saling menjatuhkan satu sama lainnya. Ini fakta bagaimana gencarnya trah ini membangun kekuatan di bidang politik dan bisnis. Seandainya Tatu memecat Zaman ini pasti ada nilai politis di dalamnya. Bukan karena perbedaan visi untuk memilih Caketum Golkar yang baru. Kalau-pun benar, ini pertanda sudah muncul gesekan untuk saling berkuasa. Sudah tidak ada lagi yang membimbing, dan mengarahkan mereka laiknya Sang “Prof” TCS. Bagus…..!

    10 Mei 2016

Leave A Comment