a
Widget Image
Ustad Solmed / IST

Kehadiran Ustad Solmed Atas Undangan Salah Satu Bakal Calon Gubernur Banten

SERANG, BANPOS – Kehadiran Ustad Solmed yang berujung petaka pada dirinya saat hendak memberikan ceramah agama di Masjid Al Munawaroh, Kampung Pasauran, Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Jumat akhir pekan lalu, disebut-sebut lantaran diundang oleh salah satu bakal calon Gubernur Banten.

Sumber BANPOS menyebutkan, kehadiran Ustad kondang ini atas undangan salah seorang bakal calon Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH).

Malam itu WH juga berada di lokasi acara, bahkan memberikan sambutan saat acara seremony dilangsungkan. Hadir pula pada kesempatan itu, Wakil Bupati Serang Panji Tirtayasa. Sementara jamaah yang hadir diperkirakan mencapai 5000 orang.

Diketahui, ribuan jamaah yang telah memadati dan menunggu ustad Solmed di Masjid Al Munawaroh datang terlambat, akibatnya jamaah merasa kecewa, hingga meluapkan kekesalannya dengan melakukan pengeroyokan terhadap pengawal Ustad Solmed hingga mobil mewah Ustad Solmed pun penyok dihajar benda tumpul. Beruntung Ustad Solmed berhasil diselamatkan, dan bergegas meninggalkan lokasi kejadian.

Ketua Pemuda Desa Pasauran, Kamandanu membenarkan adanya insiden itu. Saat dihubungi BANTEN POS, Rabu (4/5) malam Ketua Pemuda Desa Pasauran, Kamandanu membenarkan adanya insiden itu. Saat dihubungi BANTEN POS, Rabu (4/5) malam, Ia menjelaskan, pemukulan terhadap rombongan Ustad Solmed berawal dari kekesalan warga dan ribuan jamaah yang telah menunggu lama kedatangannya. Menurut jadwal panitia, Ustad Solmed harusnya datang Pukul 22.00 WIB namun dia datang Pukul 00.30 WIB.

“Malam itu undangan sudah pada pulang sekitar pukul 24.00 WIB. Semua kursi sudah diberesin. Saat itu Ustad Solmed datang dari arah Anyar. Pihak Ustad Solmed coba kasih penjelasan ke panitia, kalau mereka datang terlambat karena alamatnya tidak tepat. Kita kan nggak mungkin kasih alamat salah, wong kita panitianya kok,” kata Kamandanu.

Disinggung soal kekecewaan warga, lantaran telah mengeluarkan biaya yang tak sedikit, Kamandanu mengaku tidak mengetahuinya. Karena, katanya, biaya ditanggung dari WH, Anggota DPR RI yang turut hadir dalam acara Isra Mi’raj.

“Masyarakat tidak tahu soal biaya, karena itu dari WH. Bahkan WH sempat bilang ke masyarakat kalau Ustad Solmed dalam perjalanan ke Pasauran. Pak WH nggak kena sasaran warga, karena dia pulang setelah memberikan sambutan sekitar pukul 22.00 WIB. Informasi yang saya dapat juga kurang jelas, ada yang bilang Rp15 juta hingga Rp25 juta. Infonya simpang siur,” ungkapnya.

Diakui Solmed‎, dirinya dijadwalkan ceramah sekitar pukul 22.00, namun karena kesalahan alamat yang diberikan panitia akhirnya datang saat jamaah telah bubar. Lebih lanjut dia membantah bila dirinya menjadi bulan-bulanan masyarakat.

“Tidak ada pemukulan tehadap saya. Kalau pun ada keramaian yang terjadi karena saya menjelaskan duduk perkara yang terjadi sesungguhnya,” kilahnya.

Sebaliknya Solmed juga berdalih, dirinya tidak mengetahui bila kedatangan dirinya diundang berceramah, dihadiri Wakil Bupati Serang Panji Tirtayasa, dan Anggota DPR RI yang juga Calon Gubernur Banten, Wahidin Halim.

“Saya tidak tahu ada pejabat, tapi yang saya lihat banyak jamaah yang datang,”ungkapnya. (K1/CR2/DWA/RIU/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment