pasar tandingan menes

Kios Pasar ‘Tandingan’ Menes Diobral Murah, Kadisperindagpas Geram

MENES, BANPOS – Kepala Disperindagpas Pandeglang, M Olis Solihin mengaku geram dengan pengelola Pasar ‘Tandingan’ Menes yang enggan mengindahkan peringatan Pemkab Pandeglang yang melarang pasar tersebut beroperasi karena tidak mengantongi izin.

Bahkan, saat ini pemilik Pasar ‘Tandingan’ Menes menjual kios dengan harga murah. Hal ini membuat para pedagang yang ingin berjualan di pasar itu terus berdatangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BANPOS, warga menyebut pasar tradisional yang terletak di Kampung Kadulogak, Desa Menes, Kecamatan Menes merupakan tandingan Pasar Menes yang terletak di Desa Purwaraja, Kecamatan tersebut. Jaraknya antara kedua pasar tersebut sekitar 300 meter.

Menurut warga, dibangunnya pasar di Kadulogak dilatarbelakangi mahalnya harga kios di Pasar Menes yang dikembankan oleh PT Taman Sari Raya.

“Di Pasar Menes yang dikelola pengusaha harganya nyampe Rp150 juta sampai Rp200 juta, kalau di sini (pasar tandinan, red) hanya Rp5 juta. Kalau di sini pedagang cukup menyetor uang Rp5 ribu, kalau sudah sampai Rp5 juta maka kios jadi milik pedagang,” kata Masitoh (52), salah seorang pedagang rempah-rempah di pasar tandingan itu, Kamis (26/5/2016).

Perlu diketahui, harga stan di Pasar Menes berkisar antara Rp150 juta hingga Rp200 juta. Para pedagang yang hendak berjualan di Pasar Menes, harus menyetorkan DP minimal 30 persen dari harga stan. Perbedaan harga yang cukup jauh itu, membuat para pedagang lebih memilih untuk membeli stan di pasar tandingan.

Sementara itu, Kepala Diskoperindagpas, M Olis Solihin menegaskan, jika pasar di Kadulogak tersebut tidak berizin. Bahkan, Pemkab Pandelang sudah memasan sepanduk yang berisi seruan agar pemilik bangunan tidak melanjutkan pembangunan atau aktivitas apapun di pasar tersebut, karena tidak menempuh prosedur yang seharusnya.

“Nanti kalau kami gusur malah marah, sebaiknya lakukan inisiatif oleh pemilik bangunan untuk tidak melanjutkannya. Mendirikan rumah saja harus mengantongi izin, apa lagi membangun pasar, jika peringatan pemkab tidak diindahkan, artinya pemilik bangunan kios memaksakan kehendak,” terangnya.

Ia menegaskan, bahwa Pemkab Pandeglang akan menggelar rapat dengan SKPD terkait guna membahas keberadaan pasar tandingan itu. Artinya, jika pengelola pasar tandingan terus melanjutkan pembangunan pasar itu, maka Pemkab Pandeglang akan melakukan penertiban.

“Bukan hanya dinas pasar, tapi ada juga yang terlibat untuk menyikapi persoalan ini, diantaranya Cipta Karya, Perizinan dan dinas lain untuk memberikan pendapat sesuai denan peraturan yang berlaku,” pungkasnya. (YOG/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment