eno gagang cangkul

Komisi VII Nilai Polri Tak Pantas Salahkan Korban Pemerkosaan

JAKARTA, BANPOS – Sistem hukum dan keamanan dibuat untuk mencegah dan mengatasi kelemahan-kelemahan yang berasal dari masyarakat korban tindak pidana kekerasan seksual. Hal ini sebagaimana dikemukakan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mujahid kepada para awak media, Selasa (24/5/2016).

“Jadi sangat tidak pantas polisi yang bertanggungjawab dalam perlindungan keamanan menyalahkan korban. Apalagi proses hukum masih berjalan,” tegasnya.

Pernyataan Sodik Mujahid ini menanggapi pernyataan Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Lilik Hariati, yang menyalahkan para korban tragedi perkosaan.

Sebelumnya, AKPB Lilik Hariati memberikan komentar atas tragedi yang menimpa korban perkosaan dan pembunuhan di mess pabrik kawasan Jatimulya, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Eno Parinah (18). Eno adalah korban perkosaan dan pembunuhan yang kasusnya menghebohkan masyarakat luas. Eno dibunuh secara sadis dengan gagang cangkul menusuk alat kelaminnya.

Menurut AKBP Lilik Hariati, selama ini media massa hanya memperlihatkan sisi kekejaman tiga tersangka berinisial RAl (16), RAr (24) dan IH (24). Padahal, menurutnya awal adanya kekejaman itu adalah ucapan korban yang menyakiti hati mereka.

“Seperti RA (pelaku, red) yang sakit hati dihina jelek sama korban. Itu kan seperti mulutmu harimaumu,” kata Lilik kepada wartawan, beberapa waktu lalu. (ALD/RMOL/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment