peluru nyasar

Korban Peluru Nyasar, Minta Keadilan Hukum

CILEGON, BANPOS – Abdullah (64), korban peluru nyasar, menuntut pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang meninpa dirinya. Tidak hanya itu, dia juga mendesak pelaku di proses secara hukum.

Perlu diketahui, Abdullah yang tinggal di Lingkungan Cigading, Kecamatan Ciwandan, Cilegon, terkena timah panas saat tengah bekerja di Dermaga PT Krakatau Bandar Samudra, pada Jumat (13/5/2016) lalu.

“Saya menuntut agar pelaku bertanggungjawab dan kalau bisa ditindak dan diproses secara hukum. Kan ada aturannya, itu kan senjata,” tuturnya, kepada para awak media saat ditemui di kediamannya, Senin (16/5/2016).

Ia menceritakan, berdasarkan informasi yang dia peroleh dari pihak dermaga, terduga bermaksud menembak biawak yang berada dilaut. Namun naas, timah panas tersebut malah mengenai dirinya. Abdullah pun tidak mempercayai onformasi itu, karena dinilai tidak masuk akal, karena jarak antara terduga dengan dirinya hanya sekitar 300 meter.

“Katanya sih, lagi nembankin biawak. Tapi saya sendiri tidak percaya, jaraknya cuman kurang lebih 300 meter dari lokasi saya berdiri. Ada yang bilang itu latihan, masak latihan ditempat umum, saya malah tidak percaya,” paparnya.

Sebelumnya, Abdullah sempat diintrogasi oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan informasi awal. Sayangnya, hingga saat ini, belum ada perwakilan dari pihak kepolisian, khususnya dari pihak Brimob yang beritikad baik untuk mencari dirinya Abdullah dan membicarakan kasus tersebut lebih lanjut.

“Belum ada itikad dari pihak kepolisian untuk memeriksa saya disini. Malah dari brimob, juga tidak ada sama sekali datang,” terangnya.

Perlu diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun BANPOS, terduga penembak pelurunyasar tersebut adalah salah satu Anggota Sat Brimob Polda Banten yang bernama Barada Wahyu, yang saat kejadian sedang tugas berjaga di PT Krakatau Posco lokasinya berdekatan dengan Dermaga PT Krakatau Bandar Samudera. (NAL/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment