Ilustrasi

Lagi, Pasien Miskin Terpaksa Bayar di RSU Berkah

PANDEGLANG, BANPOS – Pasien tidak mampu atas nama Aang Kosasih (42), warga Desa Kadumalati, Kecamatan Sindangresmi, mengaku terpaksa harus bayar biaya pengobatan di RSU Berkah, Pandeglang.

Hal itu disebabkan, keluarga pasien bingung dengan petugas rumah sakit yang menanyakan, apakah pasien ingin dirawat melalui jalur umum atau dengan jaminan kesehatan.

Malam Selasa (30/5/2016) sekitar pukul 23.00, pasien penderita sakit paru-paru tersebut masuk UGD, karena panik dan bingung, keluarga pasien akhirnya diklaim sebagai pasien umum.

Menurut keluarga pasien, Didin. Dia mengatakan, membayar obat sebesar Rp150.000 dan kamar Rp180.000. Padahal saat itu, hanya membawa uang Rp400.000.

“Maunya sih gratis, kami tidak ada uang. Tapi kami ditanya terus, kata perawat mau masuk umum apa BPJS, sementara kami tdak punya jaminan kesehatan. Hari ini baru mengurus SKTM supaya bisa mendapat keringanan biaya,” kata Didin kepada BANPOS, Selasa (31/5/2016).

Didin menyataakan, setelah konsultasi lebih lanjut kepada petugas, ternyata bisa gratis asalkan mau mengurus SKTM. Sehingga dia memutuskan mengurus persyaratan mengambil jalur Jamkesda, agar mendapat klaim jaminan kesehatan yang dibiayai APBD itu.

“Kami tidak diberi tahu, itu juga tahunya setelah kami bilang kalau sudah tidak bisa menebus obat, karena uangnya sudah habis,” katanya.

Menurut Didin, sulit mendapatkan informasi yang akurat di RSU Berkah, kadang ata dia, simpang siur antara petugas yang datu dengan yang lainnya.

Sebagamana persyaratan agr dklaim sebagai pasien Jamkesda, petugas mengatakan cukup membawa SKTM, KK, KTP dan surat rujukan dari puskesmas, sementara ada petugas lain yang mengharuskan disertai rekomendasi dari Dinsosnaker.

“Pasien kan butuh penanganan segera, kalau kami dipusingkan oleh informasi yang tidak akurat, bisa buang-buang waktu. Ditambah lagi, mengurus SKTM dan lain-lainnya butuh waktu karena jarak yang jauh,” katanya.

Terpisah, Kasi SDM Etika Peraawatan, Dede Suganda menerangkan, jika pasien diklaim sebagai pasien Jamkesda, maka menggunakan APBD, sedangkan anggarn tahun ini hanya sekitar satu miliar. Sehingga RSU Berkah tidak bisa mengakomoir seua pasien tidak mampu mendapat klaim Jamkesda.

“Memang benar bisa gratis dengan membawa syarat lengkap, hanya saja RSU Berkah ada keterbatasan anggaran. Tapi untuk pasien dengan kendala belum memiliki jaminan kesehatan silahkan daftar dengan membawa persyaratan sebagaimana pasien Jamkesda,” kata Dede.

Nanti, kata Dede, SKTM tidak bisa digunakan sebagai syarat mendapatkan jaminan kesehatan di rumah sakit. Karena, pemerintah akan melakukan pemerataan jaminan kesehatan, sehingga masyarakat seragam memiliki jaminan kesehatan.

“Nantinya semua pasien hendak memiliki jaminan kesehatan, sebagaimana program BPJS untuk badan usaha maupun perorangan, sedangkan pasien tidak mampu bisa minta rekomendasi ke Dinsos agar memliki kartu jaminan kesehatan,” ujarnya.(YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment