a
Widget Image
rumah Kamsa

Lagi, Warga Miskin Luput Dari Perhatian Pemkab Lebak

KALANGANYAR, BANPOS – Kamsa (35) dan Uni (25) sepasang keluarga kampung Rangkong Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, hidup dengan sangat memprihatinkan. keluarga tersebut selama bertahun-tahun tinggal di Kabupaten Lebak dan belum pernah merasakan sedikitpun bantuan dari Pemkab Lebak.

Pantauan dilapangan, saat ini kondisi rumah Kamsa hanyalah beralaskan sebuah karpet bolong dan dialasi samping oleh sarung. Kondisi badan rumah tersebut tampak tidak layak untuk di huni.

Kamsa kepala keluarga menuturkan, selama tinggal di sini tak sedikitpun bantuan dari pemerintah daerah menghampiri, baik itu raskin ataupun yang lainnya belum pernah dirasakannya. Apalagi masalah 3 kartu sakti yang digembor-gemborkan oleh Jokowi dan Bupati Lebak.

“Ya tinggal seadanya, hasil kerja sebagai tukang pembuat bata merah hanya sebesar Rp25 ribu per harinya, itupun kalau lancar, jangankan untuk rehab rumah, dengan nilai seperti itu jelas hanya cukup untuk makan saja,” kata Kamsa ketika ditemui di kediamannya, Kamis (19/5).

Makin mirisnya, kondisi kehidupan yang amat terbatas dialami Kamsa dan Uni, harus meregang nyawa kedua anak dari tiga anak hasil pernikahannya.

“Iya, dua anak saya sudah beberapa tahun lalu meninggal dunia karena sakit dan tidak ada biaya untuk berobat,” Katanya.

Untuk itu Kata Kamsa, pihaknya berharap ada sedikit bantuan dari pemerintah daerah bisa sampai dan dirasakan oleh keluarganya.

“Rumah saya kalau hujan bocor, belum kalau ada angin besar, seluruh keluarga khawatir rumah satu-satunya itu roboh, sebab tiang-tiang penyangga rumah sudah reot,” Katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Aweh, Hatobi mengaku prihatin masih ada warganya yang luput dari perhatian pemerintah daerah. Padahal letak wilayahnya dengan pusat pemerintahan hanya 3 kilometer saja.

“Prihatin, namun sesegera mungkin akan diajukan permohonan bantuan kepada pemerintah daerah,” Katanya. (ADE/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment