Ilustrasi

Larang Karyawan Perempuan Pakai Jilbab, Smartphone Oppo Dikecam

RANGKASBITUNG, BANPOS – Sejumlah outlet smartphone merk Oppo di Provinsi Banten, mengeluhkan kebijakan perusahaan asal Tiongkok tersebut, yang melarang SPG (Sales Promotion Girl) nya menggunakan jilbab.

Padahal, Banten termasuk Lebak terkenal sebagai daerah relegius tidak berbeda jauh dengan Provnsi Aceh yang membolehkan SPG Oppo menggunakan jilbab.

Hal ini diungkapkan oleh H Attolilah, salah seorang pemilik toko selular yang salah satunya tokonya terdapat outlet smartphone merk Oppo.

“Peminat Smartphone Oppo di Banten cukup lumayan, namun sangat disayangkan para SPG atau pegawai outletnya tidak diperbolehkan memakai jilbab,” ujar pemilik Atto Store yang berlokasi di jalan RT Hardiwinangun, Rangkasbitung, Senin (29/5/2016).

Ironsinya, kata Ato vendor asal China itu malah merekrut waria dan lelaki kemayu untuk menjadi pejaga outlet, sehingga hal ini sangat bertentangan dengan nilai nilai budaya masyarakat Banten.

“Lucunya, perusahaan smartphone Oppo malah merekrut lelaki kemayu untuk penjaga outet,” Katanya.

Bahkan Ato sebagai salah satu dealer Oppo di Kabupaten Lebak mengaku miris melihat kebijakan Oppo yang melarang karyawan perempuan muslim memakai jilbab, sementara Polri saja memperbolehkan Polwannya menggunakan jilbab.

Anehnya, kebijakan Oppo ini sangat diskriminatif dan tebang pilih,seperti di Aceh, Pekan Baru, Pangkalan Bun Kalimantan, Bengkulu, Oppo malah memperbolehkan SPG nya memakai jilbab.

“Kenapa Banten yang mayoritas Islam tidak memperbolehkan SPG nya memakai jilbab,” katanya.

Bahkan Atto mengaku risih melihat SPG Oppo yang ada di outletnya yang tidak memakai jlbab,sehingga pihaknya berencana akan menghentikan penjualan smartphoen Oppo di outlet miliknya,jika kebeijkana melarang SPG memakai jilbab tidak ditinju ulang.

”Handphone merk terkenal lainya yang ada di toko saya semuanya memakai jilbab, kecuali Oppo,” katanya. (YAT/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment