OB Ngadu ke Dewan

OB DPRD Banten Diberhentikan Sepihak

SERANG, BANPOS – Sebanyak 22 orang Office Boy (OB) dibawah naungan Cahaya Raya Utama (CRU) yang bekerja di Gedung DPRD Banten mengadu ke Komisi V DPRD Banten terkait pemberhentiannya secara mendadak.

Mereka merasa diperlakukan semena-mena dan sepihak, karena tidak pernah diberi tahu kapan habis masa kontraknya.

Koordinator OB, Dedi mengatakan, masih ada kawan-kawannya yang bernasib sama. Total OB yang diberhentikan yakni 37 orang.

Mereka diberhentikan secara mendadak, sebelum bertemu dan dikumpulkan oleh pihak lelang. Kejadian ini terus berulang setiap ada pemenang lelang yang baru.

“Setiap pemenang lelang untuk OB, pasti diberhentikan secara mendadak. Mereka tidak pernah menghadap ke karyawannya. Padahal kita juga berhak tahu,” keluhnya saat mengadu Komisi V DPRD Banten, Senin (30/5).

OB lainnya, Maryani mengeluhkan, kalau pun ingin diberhentikan, setidaknya ada toleransi sampai sehabis lebaran. Pihaknya membutuhkan kerja jelang bulan Ramadhan hingga lebaran. Jelang ramadan ini mencari pekerjaan begitu sulit.

“Kami diberhentikan tidak apa-apa, asalkan pas momennya. Jangan pas mau puasa gini, karena ada yang sedang butuh uang dan sebagainya. Kalau pun dikeluarkan sekarang, kami diberi pesangon karena sudah lama juga kerja disini. Kerja keluar keringat dan kesana-kemari buat bersihin gedung. Jangan diberhentikan sepihak dong, harus sama-sama,” ungkapnya yang bekerja di ruang Balegda DPRD Banten.

OB yang bernasib sama, yakni Udin juga ikut menyampaikan nasibnya. Ia yang bertugas di ruang kerja Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Banten mengatakan, fenomena pemberhentian seperti ini sudah terjadi sejak tiga tahun lalu. Menjelang lelang, semua tenaga outsourcing diganti secara otomatis ketika manajemennya berganti.

“Tiap ganti bos, karyawannya juga diganti. Kami berharap, kami ini dipertahankan. Jangan diganti-ganti, karena kami sudah lama kerja disini,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Banten, Yoyon Sudjana mengatakan, baru mengetahui kejadian dan pola seperti ini. Informasi yang dihimpunnya selama audiensi, pemberhentian sudah merupakan kebiasaan jelang ramadan ada pergantian pemenang perusahaan lelang.

“Kalau gitu kan, dianggarkan setiap tahun anggaran terkait dengan OB ini. Saya baru ketahui hari ini, mereka itu outsorcing. Saya kira tenaga kerja di DPRD Banten dan Sekwan berkelanjutan. Ternyata, mereka tidak punya payung hukum, kepastian masa kerja dan hanya menunggu belas kasihan dari pemenang,” ujarnya ditemui seusai audiensi dengan 22 orang OB.

Yoyon menuturkan, pemenang lelangnya itu perusahaan bernama Cahaya Raya Utama (CRU) yang menurut informasi Pimpinan Utamanya yakni Udi. Ia pun belum mengetahui orangnya yang mana. Aspirasi yang disampaikan 22 orang OB tersebut akan ditampung dan diperjuangkan. Terlebih mereka bekerja di ruang DPRD Banten.

“Apalagi mereka bekerja di internal DPRD Banten. Mereka ini diluar dari 710 orang TKS dan PNS yang bekerja dilingkungan DPRD Banten,” tuturnya. (SUF)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment