Demi Foto Warga Baduy Dalam, Fotografer Buru Seba Baduy

SERANG, BANPOS – Gelaran ritual budaya tahunan Seba Baduy yang digelar di Museum Negeri Provinsi Banten, Kota Serang, dihadiri lebih dari 1.000 orang suku baduy. Dalam setiap pelaksanaannya, ritual tersebut selalu menarik perhatian sejumlah masyarakat, termasuk fotografer dari berbagai daerah di Indonesia yang ingin mengabadikannya dalam gambar.

Seperti yang diungkapkan fotografer profesional asal Ibu Kota Jakarta, Anto Jadul. Dirinya merasa tertarik dengan prosesi ritual Seba Baduy terutama untuk mengabadikan suku Baduy Dalam. Menurutnya, tak banyak kesempatan untuk mengabadikan gambar warga Baduy Dalam.

“Saya datang kesini ingin banget foto baduy terutama baduy yang memakai baju putih yaitu baduy dalam. Karena walaupun kita mendatangi desa Baduy Dalam, kita tetap tidak bisa memotretnya lantaran terbentur adat yang melarang segala bentuk alat elektronik termasuk kamera,” ujar Anto Jadul yang dikenal sebagai host program Riwajatmoe Doeloe di salah satu televisi swasta di Indonesia.

Ritual Seba Baduy tahun ini baru saja digelar pada Sabtu dan Minggu (14-15/5/2016) kemarin. Lebih dari seribu warga baduy diterima di Eks Pendopo Gubernur Banten yang kini difungsikan sebagai Museum Negeri Banten itu. Ritual Seba Baduy sendiri digelar setiap tahun dimana warga Baduy menyerahkan hasil pertanian sebagai bentuk upeti ke[adake[ala daerah yang mereka sebut sebagai Bapa Gede.(DIK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment