Pembangunan Jalan Panimbang Munjul Diteruskan Tahun Ini

SERANG, BANPOS – Mangkraknya pekerjaan jalan Panimbang-Munjul di Kabupaten pandeglang yang dikeluhkan warga, mendapat tanggapan dari Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten. Pekerjaan ruas jalan sepanjang 11 kilometer itu ternyata tak diteruskan karena perusahaan pelaksana konstruksinya diputus kontrak oleh DBMTR Banten.

Hal itu diungkapkan Kasie Pembangunan Jalan pada DBMTR Banten, Mohamad Faisal Reza kepada BANPOS, Kamis (26/5/2016). Menurutnya, kontraktor tak mampu menyelesaikan pekerjaan yang nilai kontraknya sebesar Rp47,9 miliar itu.

Menurut Reza, untuk meneruskan pekerjaan jalan Panimbang-Munjul, pihaknya telah mengusulkan agar dialokasikan pada APBD Perubahan tahun ini. Hal itu dilakukan agar kelanjutan pembangunan ruas jalan itu dapat dituntaskan akhir tahun ini juga.

Terpisah, Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan pada DBMTR Banten, Helmy Nuddin Zein menyampaikan permohonan maafnya atas ketidaknyamanan warga atas terhentinya pekerjaan pembangunan jalan Panimbang-Munjul. Menurutnya, pemutusan kontrak harus dilakukan demi menyelamatkan uang Negara.

“Pihak kontraktor pelaksana kami anggap tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak. Makanya dihentikan agar tidak menimbulkan kerugian uang Negara,” kata pria yang dikenal dengan inisial HNZ itu.

Meski demikian, HNZ berharap kondisi itu tidak berlarut-larut dengan cara segera menganggarkan pekerjaan lanjutan untuk meneruskan pembangunan jalan itu. Dia yakin, anggarannya akan disetujui pada APBD Perubahan.

“Pembangunan jalan Panimbang Munjul sangat kami prioritaskan karena memang mengganggu kenyamanan dan keamanan warga. Mudah-mudahan tak ada kendala agar dapat diselesaikan tahun ini juga,” pungkas HNZ.

Sementara, berdasar penelusuran BANPOS di situs LPSE Banten, pekerjaan Pembangunan Jalan Panimbang Munjul dimenangkan oleh sebuah perusahaan asal Bandung, Jawa Barat, bernama PT Propelat. Perusahaan itu memenangkan lelang dengan nilai penawaran kontrak sebesar Rp 47,9 miliar dari pagu yang ditetapkan sebesar Rp50,7 miliar.(ENK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment