Pemandangan Ruas jalan Pandeglang kotor akibat Sampah

Pemkab Pandeglang Belum Serius Jerat Pelaku Buang Sampah Sembarangan

PANDEGLANG, BANPOS – Pemkab Pandeglang belum bisa melakukan eksekusi bagi wara yang membuang sampah sembarangan. Pasalnya, meski tertuang dalam Perda Nomor: 4 tahun 2008 tentang K3, bahkan di dalam peraturan tersebut jika diketahui buang sampah sembarangan, maka disanksi denda Rp25 juta.

Namun diakui sosialisasi perda tersebut belum maksimal, sehinga tidak bisa pemkab melakukan eksekusi.

Pantauan BANPOS di lapanan, sejumlah lokasi menjadi sasaran buang sampah sembarangan, terutama jalan raya yang dekat dengan pasar tradisional, menurut seorang warga di Kampung Kadumula, Desa Kolelet, Kecamatan Picung, Elah mengatakan dirinya sering melihat pengendara motor melemparkan kantung pelastik ke pinggir jalan sepulang dari pasar.

“Mungkin pelakunya pedagang di Pasar Picung, tapi bisa jadi warga lain, yang pasti saya sering lihat pengendara atau penumpang ojek yang pulang dari Pasar Picung melemparkan kantung pelastik berisi sampah,” kata Elah (37) di kediamannya, Selasa (24/5).

Buang sampah di jalan Picung-Munjul tepatnya Desa Kolelet bukan satu-satunya tempat, sebagaimana BANPOS memantau di jalan tersebut ada sejumlah pinggir jalan yang menjadi sasaran buang sampah sembarangan.

Hal itu diungkapkan juga oleh Lina (27) warga Desa Pasanggrahan, Kecamatan Munjul usai berkunjung dari rumah kerabatnya di Kecamatan Picung, dia mengatakan tempat lain di jalan Picung-Munjul bisa dilihat dibeberapa lokasi diantaranya, Pasanggrahan, dan Ciodeng.

“Sepanjang jalan pulang dari rumah saudara, nemu sampah berserakan di pinggir jalan Ciodeng sama Pasanggrahan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala DCKPRK Pandeglang, Anwari Husnira mengaku, soal buang sampah sembarangan ada aturannya, namun penegakannya belum maksimal.

Namun menurut dia, Satpol PP lebih memiliki kewenangan untuk menegakan dan mensosialisasikan aturan yang ada sebagai penegak Perda.

“Memang sudah ada aturannya, yaitu Perda K3 itu. Bupati juga pernah mengatakan bahwa dalam Perda jelas ada bunyi denda untuk siapa saja yang membuang sampah sembarangan, dikenakan sanksi denda sebesar 25juta,” kata Anwari.

Disamping itu, guna menganalisa plus dan minus dari perda tersebut, Asda I sedang membahas aturan tersebut. Menurut Anwari, tinggal ketegasan saja dari pihak penegak Perda, karena baginya perda itu akan membantu pihaknya dalam percepatan penataan kota, menyikirkan sampah yang kerap berserakan.

“Kalau kami pasti terus meningkatkan kinerja untuk membuat Kabupaten Pandeglang bebas dari sampah. Begitu juga kami mengajak kepada semua masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menatannya agar semua bisa hidup dalam nuasa bersih, nyaman dan elok,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Satpol PP Pandeglang, Agus Priadi Mustika mengatakan, penegakan Perda K3 sudah dilakukan, namun ada beberapa potin dalam perda tersebut belum disosialisasikan secara maksimal, diantaranya mengenai denda jika buang sampah sembarangan.

“Kami juga punya inovasi, diantaranya akan memasang baliho bertuliskan seruan agar tidak buang sampah sembarangan, namun soal penegakan perda kami butuh sosialisasi dulu kepada masyarakat, harapannya tahun ini bisa door to door,” kata Agus.(YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment