a
Widget Image
ilustrasi warnet esek esek

Pemkot Tangerang Akan Batasi Jam Operasional Warnet

LARANGAN, BANPOS – Kebijakan Pemkot Tangerang yang akan membatasi jam operasional warung internet (warnet), yakni usai magrib hingga pukul 20.00 WIB, mendapat tanggapan dari para pemilik warnet. Mereka merasa keberatan dengan kebijakan tersebut, karena akan mengurangi pendapatan warnet.

Zainal Arifin misalnya, pemilik Warnet Brothers.net yang berlokasi di Kampung Cipadu Jaya, Kecamatan Larangan, merasa keberatan dengan kebijakan Pemkot Tangerang. Dirinya mengaku sudah lama membuka jasa pengetikan dan juga akses internet. Dari usaha itu, ia mampu membayar uang kuliahnya, terlebih selama ini membuka warnetnya selama 24 jam.

“Saya sampat dengar kebijakan pemerintah tentang mengurangi jam operasional warnet dan menurut saya hal tersebut dapat mengurangi pendapatan saya,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Alasan lain yang membuatnya keberatan adalah pengguna jasa warnetnya bukan saja kalangan remaja atau pelajar semata, melainkan para mahasiswa dan pekerja yang meminta bantuannya untuk dibuatkan laporan.

“Kebanyakan mereka bukan hanya ngegame tetapi banyak juga yang membutuhkan akses internet untuk mencari data maupun mengerjakan sesuatu, justru saya juga menanyakan kepada pelajar yang main di jam sekolah jika memang dia membolos ya jelas saya tidak perbolehkan,” imbuhnya.

Perlu diketahui, Pemkot Tangerang berencana mengeluarkan aturan pembatasan jam operasional warnet dan rental game. Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, kebijakan tersebut merupakan tindaklanjut dari keluhan masyarakat terhadap jam operasional warnet maupun rental game yang sering dijadikan sebagai tempat nongkrong anak-anak maupun remaja.

“Apalagi kita sekarang sudah mencanangkan kegiatan magrib mengaji, jadi nanti kita harapkan anak-anak dan remaja tidak lagi nongkrong main game online. Untuk itu, nanti kita batasi jam bukanya, dari magrib sampai jam delapan malam dilarang buka,” paparnya.

Seperti diketahui, belakangan ini hampir semua media marak memberitakan kasus kejahatan seksual yang melibatkan remaja dan anak diwabah umur. Dari pengakuan sebagaian tersangka, mereka tega melakukan kejahatan seksual tersebut karena sering melihat film porno di warnet. (MG5/MADE/BNN/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment